JAYESH-KIYA

JAYESH-KIYA

  • WpView
    reads 44
  • WpVote
    Stemmen 7
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, jun. 12, 2017
WpInfo
Fanfic
"Pagi Kiya!" "Minggir! Lo ngehalangin jalan gue!" "Kiya gue mau ngomong." "Gue gak mau denger." "Kiya!" "Berisik." "Kiya, aku tresno karo koe!" "JAYESH!" "Ganteng." "Najis!" Ini adalah sepenggal kisah tentang Jayesh dan Kiya. Dua orang yang berbeda dalam nyaris segala hal namun di pertemukan dalam suatu garis yang dikatakan takdir. Tapi apakah takdir ini akan membawa mereka pada kebahagiaan atau kepedihan?
Alle rechten voorbehouden
#54
pinky
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Empty | 00L NCT Dream
  • Law Of Arshaka
  • 36 days with you {saida} [End]
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Na Jaemin : Crazy Rich Jaemin [Completed]
  • F A T E |NA Jaemin|
  • ARTAN
  • That Damn Fate! [END]
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen