Mind VS Heart

Mind VS Heart

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 17, 2017
Ternyata benar kalau perempuan itu 99% memakai hati atau perasaan dan 1% nya lagi itu pikiran-- Satria Alfarifky. Jadi laki-laki itu 99% pakai pikiran sedangkan 1% nya untuk perasaan-- Dita Renova. Pikiran dan hatinya berkata bersamaan akan tetapi, Satria tidak pernah mau untuk mendengarkan hatinya Satria terus mementingkan gengsinya sampai kadang dia tidak menyadari bahwa posisinya sebagai laki-laki adalah mengejar bukan dikejar. Dita Renova perempuan itu selalu mendengarkan hatinya hanya sedikit mendengarkan pikirannya, dia selalu memakai perasaan hingga melakukan hal-hal bodoh yang seharusnya tidak dia lakukan. Dan tidak menyadari pula posisi dia sebagai perempuan yang dikejar bukan mengejar. Cerita ini bukan mengisahkan tentang sebagaimana seharusnya sikap laki-laki atau perempuan akan tetapi, cerita ini mengajarkan untuk menyelaraskan antara pikiran dan perasaan.
All Rights Reserved
#18
trueshortstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Notifikasi
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Attention to Detail [END]
  • BACKSTREET (COMPLETED)✔
  • Pelangi untuk si Buta Warna [One-shot]
  • THE UNYIELDING  [END]
  • My Story With Them (OS)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • OBSESSED I (END) || KathGits

Deana Laras Wijaya adalah seorang mahasiswa Pasca Sarjana Sastra tingkat akhir. Ia menderita cedera katup jantung sejak lahir. Ia hidup bersama kakak perempuannya yang protektif , dan menyayanginya hidup dan mati. Berbagai macam cobaan dalam hidupnya, tidak membuat keceriaan dan semangat hidupnya berkurang sedikitpun. Lalu ia dipertemukan dengan sumber keceriaan lain dalam hidupnya. Hingga takdir berkata lain, karena ia harus dihadapkan pada pilihan mencintai seseorang yang baru saja hadir, atau kesetiaan terhadap keluarga. Alifiano Krishna tidak menyangka ia akan jatuh cinta pada salah seorang pasiennya. Namun sebagai manusia normal, keceriaan dan pesona perempuan itu telah menghipnotisnya menjadi sosok yang lebih santai, dan melupakan stress pekerjaannya sebagai seorang Cardiologist. Takdir jugalah yang menghadapkan Alif pada cinta yang ia pilih atau jodoh yang dipilihkan oleh orangtuanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines