1880's PROGNOSE

1880's PROGNOSE

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 15, 2017
"Dunia ini adalah cermin raksasa, mencerminkan kembali siapa diri Anda. Jika Anda penuh kasih sayang, ramah, dan suka menolong, maka dunia akan melakukan hal yang sama. Maka dari itu, dunia mencerminkan siapa diri Anda." Mungkin dulu mereka percaya dengan kutipan itu. Namun, tidak untuk sekarang. Insiden bertemunya mereka dengan sebuah kotak Pandora di bawah ranjang suatu bangunan tua tempat pengungsian--membuat mereka semua ingin menghindari tempat keji yang bernama dunia, tempat yang penuh debu dan hanya bisa menyeret kehampaan yang tak berarti pada akhirnya. Salah satu kutipan dari penulis lawas Charlotte Brontë, "I feel like monotony and death to be almost the same." sangat selaras dengan kehidupan mereka di sini. "Oh, jahitan.. kaca.. diam.." Kalimat tanpa makna yang diucapkan sosok laki-laki tua dari era 1880 itu terus memutar pikiran Alice dan teman-temannya. Kaset yang terletak dalam kotak Pandora itu sesekali mengeluarkan decitan seraya memutar potret monokrom dan gestur laki-laki tua yang tengah membaca peruntungan nasib dalam tebakan kartu. "Sesat.." desus si ortodoks Antonio. Ya, kaset kuno hasil temuan dari kotak Pandora berdebu itu ternyata merupakan mimpi buruk bagi Alice dan teman-temannya. Tetapi, apa sesungguhnya arti kalimat si laki-laki tua era 1800-an itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lorong Tanpa Ujung;END
  • PANDORA
  • LABIRIN KOSMOS
  • TABIR ILUSI ( TAMAT )
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • Age Quod Agis
  • Who 1s She (?) [ Revisi ]

Aella tak pernah menyangka, kepindahannya ke sebuah sekolah tua bernama Lenterra justru menyeretnya ke dalam misteri yang tak memiliki ujung. Di balik lorong gelap yang dikunci rapat, berdiri sebuah cermin besar-tanpa pantulan, tanpa suara, dan tanpa logika. Saat Aella menyentuhnya untuk pertama kali, ia masuk ke dunia paralel... tempat segalanya terasa familiar, tapi salah. Di sana, ia bertemu Alther-siswa misterius yang tahu terlalu banyak tentang dunia cermin dan tentang Aella sendiri. Tapi semakin dalam mereka masuk, semakin terkuak bahwa dunia itu bukan sekadar bayangan. Ia adalah kenangan, luka, dan rahasia yang dikubur hidup-hidup. Dan satu hal yang tidak pernah Aella sangka: Mungkin, dirinya yang sekarang bukanlah dirinya yang seharusnya. Karena beberapa lorong tidak punya akhir. Dan beberapa cinta... hanya bisa hidup dalam pantulan yang tak pernah kembali. __________________________________________ Hello saya Aerynna Ayalla, sering disapa ala tapi kalian terserah saja yah. untuk cerita ini mungkin kalian pernah baca endless corridor, nama tokoh dan alurnya hampir sama tapi saya sedikit merubah alurnya, untuk cerita endless corridor mungkin beberapa hari kedepan atau sebulan saya tidak lanjutkan karena akun wattpad saya masih belum bisa dibuka untuk sekarang. enjoyy saja baca cerita ini, ini juga tidak kalah seru dan sedikit di bumbui alur baru. ini murni pemikiran saya yah, jangan copy. jangan merugikan diri sendiri dan orang lain yah sayang, salam hangat dari ala cantik..

More details
WpActionLinkContent Guidelines