Im (not) a doctor

Im (not) a doctor

  • WpView
    LECTURAS 1,224
  • WpVote
    Votos 112
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 20, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Aku, adella fredella. Usia 26 tahun, tetapi aku masih menjadi seorang dokter magang di salah satu rumah sakit di kota kelahiranku. Bertemu dengan lian adalah mimpi terburukku. Perkataan dan perlakuannya padaku membuat trauma yang aku sembunyikan dari semua orang menjadi semakin parah. Tidak ada ampun darinya. Aku, lian gumilang. Usia 26 tahun. Aku seorang kepala UGD di rumah sakit ternama di kota kelahiran ayahku. Karirku sangat cepat menanjak karena kepintaran yang aku miliki. Tetapi seorang anak magang mencoba mengacaukan rekor yang selama ini aku buat. Dia terbodoh dari yang terbodoh. Susah payah aku membuat UGD rumah sakit ini menjadi yang terbaik di kota ini. Karena dia, image UGD kami mulai menurun. Dan aku akan sesegera mungkin membuatnya angkat kaki dari sini. Evan Ramadhan.26 Tahun. "Kau harus sembuh Adel. Kau harus melupakannya."
Todos los derechos reservados
#311
girlandboy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Abraham Salim (Book 3) #Googleplaybook #JE Bosco Publisher
  • dr.Richard
  • "Doctor, He's My Boyfriend" ✨🩺
  • BEAUTY[1] AND THE BABY BOSS [BUNGKUS]
  • Married For Stimulate
  • Listen to Your Heart
  • The Heartbeat [ Completed ]
  • 120 Lembar
  • Abella My Beautiful Dokmil Kowad (E-book Tersedia Di Playstrore)
  • Unexpected Love (End)

Aku sedang berada di kursi tunggu bandara ketika aku mendapat pesan singkat. kubuka layar ponselku dan air mataku hampir saja tumpah meilat backgroun di ponselku, foto suamiku dan pangeran kecil kami George. Pesan dari Agnes kakakku "Take care dear. Be strong." Oh dia selalu memberikanku pesan semacam ini sejak tiga bulan yang lalu, setiap kali aku harus terbang ke Singapore untuk bertemu dengan puteraku. Tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatianku dari layar ponselku. Seorang bocah laki-laki baru saja datang dan duduk tak jauh dari tempatku duduk. "Momy, we will meet dady soon?"Anak itu bertanya pada ibunya yang sedang asik melihat ke arah layar ponselnya "Yes honey."Ibu itu mengangguk seadanya. "Can I call dady now? Bocah itu kini bergelayut di pangkuan sang ibu, memaksa ibunya mengalihkan perhatian padanya. "This is surprise, we will keep it secreret." Ibu itu kini meletakan ponselnya dalam saku jaketnya lalu memangku anak itu, menjelaskan dengan lembut pada puteranya. "Dady will happy when we come?"Anak itu lagi dan lagi bertanya dengan polosnya. "Of course." Ibu itu kembali meyakinkan puteranya. Entah mengapa melihat mereka begitu dekat, membuatku terluka. Air mataku bahkan perlahan tapi pasti merangsek ke sudut-sudut mataku. Aku segera bangkit dan berjalan menuju toilet. Kuhapus air mataku di sana. Aku bahkan sangat kesulitan untuk bertemu puteraku sendiri, aku hanya memiliki waktu entam jam, dan itu dua minggu sekali dalam setiap bulannya. Dan ini sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu. Tapi semua ini memang salahku, aku pantas menerima hukuman ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido