We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALONE
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 13, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Terdengar suara keramaian di dalam keheningan yang begitu menggangu sampai sampai air mata ini mulai keluar dari sarang nya. Aku hanya bisa membungkam mulut ini dengan batal agar suara tangis ini tidak sampai mengganggu ibu, ayah, kaka, adik ku yang sedang berbahagia di kamar sebelah. "Aaaaas geli yah gelii ibuu udah deh ampuun" "Hahahahahaha ibuuu bantuin aya nakal nih" "Hahahahahaha" "Hahahahahaha" Begitu lah terdengar jelas suara suara itu di telinga ku. Aku hanya menahan tangis yang tidak mau sampai terdengar di telinga mereka. Aku sempat berpikir apakah aku bukan darah daging mereka, apakah aku begitu tidak penting tidak berguna di mata mereka. Senja mulai memperlihatkan keindahanya, namun mata tidak bisa menutupi kesedihan ku. Pada saat makan malam semua bergembira karena hari ini ibu masak dengan lauk yang enak enak, daging, sayur, gorengan, sambal, lalab dan masih banyak lagi. "Buuu aku mau daging yang banyak!!" "Yaah tolong ambilin itu!!" "De yang banyak makan nya!!" Aku hanya bisa melebarkan bibirku agar aku terlihat tersenyum. Dengan segala lauk pauk yang di masak ibu hari ini aku hanya mengambil gorengan dengan sambal. Aku berharap hanya mengambil itu aku akan di tawari daging dan sayur. Namun nyata nya itu mustahil bagi mereka melakukan itu kepadaku. Mereka begitu tega kepadaku, aku ini masih keluarga mereka kan?? Apa karena aku tidak bisa menghasilkan uang untuk mereka??? Di dunia ini aku hanya memiliki 2 orang yang paling berarti keluarga dan dia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Perihal Sandwich(End)
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Surga yang Harus ku jaga
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • ALRIN
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun

Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"

More details
WpActionLinkContent Guidelines