When You Are Settling In My Heart

When You Are Settling In My Heart

  • WpView
    Reads 500
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2015
Waktu itu, Elena masih berusia 17 tahun saat pertama kali patah hati karena Liam, seniornya di klub orkestra. Ia bahkan memutuskan berhenti bermain piano dan keluar dari klubnya, tak lama ia pun pindah ke Jakarta. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Eurecka yang memintanya menjadi vokalis band electronica dan memaksanya menyentuh keyboard. Awalnya Elena enggan, namun support datang dari manager band mereka, Gordon yang sangat menyukainya sejak awal bertemu. Meski Gordon selalu mendukung Elena, justru Elena selalu dingin padanya. Apalagi ketika Gordon menyatakan perasaannya. Elena justru semakin menjauhinya, ditambah ketika Elena menulis surat terbuka di majalah kampus. Gordon sangat kecewa dan tanpa sadar hal ini justru menimbulkan keributan dalam band Mary The Groovy. Di saat band sedang ribut-ributnya, justru Elena berhasil meraih kesempatan petukaran pelajar ke kota kelahirannya. Di situ ia menghabiskan 6 bulan rehat, di situ juga ia menyadari perasaan untuk Liam sudah hilang sama sekali dan ia menyadari ketakutannya.
All Rights Reserved
#562
band
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE ROMANSOULE!
  • Serenada Serena [ON HOLD]
  • Love Bombing
  • KISAH KASIH AKHIR SEMESTER
  • The Missing Wings
  • Elena Magnolia
  • ELENA (END)
  • Private but Not Secret (End)
  • ROCK IN LOVE
  • Serdadu Bulan

"Eh?! Apaan sih, Jay?! Gue bisa jalan sendiri, woy!" protes Tyara kaget. Bagaimana tidak, tubuhnya tiba-tiba diangkat dan digendong seringan bulu ala bridal style oleh lelaki paling menyebalkan seantero kampus dengan lengan kekarnya. "Lo nggak bisa jalan kalau darah lo ngucur begitu," ujar Jayden cuek, mengeratkan gendongannya. Otot-ototnya yang ada di balik polo shirt itu menegang. Tyara mencoba mendorong pelan dada Jayden agar menurunkannya, tapi lelaki itu tetap berjalan cepat sambil membopongnya. "Tapi kan tandunya lagi on the way! Ngapain pakai gendong segala, sih! Turunin gue!" "Jadi lo lebih milih kehabisan darah dan pingsan di tumpukan besi itu ketimbang dibawa ke tenda medis secepatnya? Brilian banget logika lo." Jayden terus bergerak cepat menggendong Tyara. Lelaki ini jelas-jelas ... khawatir. Tyara diletakkan pelan di kursi lipat tenda medis tak jauh di belakang stage. "Boleh kita cek lukanya, Kak Tyara?" ujar seorang kru medis. "Bawain salep, antiseptik, kasa steril, sama plester. Sekarang," tukas Jayden cepat usai meneliti luka gadis itu. "Kak Jayden, biar kami divisi medis aja yang-" "Gue yang urus." Lelaki itu tak ingin dibantah. "Lo tuh kenapa sih ngotot gini?" omel Tyara pelan. "Why you so serious? Gue nggak akan mati cuma gara-gara lecet ginian doang, Jay." "Bodoh banget lo, jalur sempit gitu masih maksa lewat. Gue suruh ngambil hardcopy logistik. Bukan ikut uji nyali, Ra," potong Jayden tajam, tangannya nyemprotkan antiseptik ke luka Tyara. Membuat gadis itu meringis dan reflek menarik kakinya. "Sakit, ya?" tanya Jayden tanpa ekspresi, masih fokus membersihkan sisa pasir bercampur darah di area luka. "Lo diem di sini dulu. Jangan gerak sampe gue izinin." _____________ ROMANSOULE = Romaniel + Souletta [Romaniel Jayden & Souletta Tyara] ROMANSOULE juga gabungan dari kata "Romance" and "Soul", yang artinya "Romansa dan Jiwa" #1 teenfiction from 151K stories [01-03/01/2026] ©Copyright Ranne Ruby

More details
WpActionLinkContent Guidelines