KOMITMEN

KOMITMEN

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 22, 2017
Menjadi tiang sandaran yang kokoh? Tidak mudah. Tiang yang terbuat dari apapun pasti bisa roboh. Jatuh. Rusak. Rapuh. Lalu, tiangnya itu bisa apa kalau sudah begini? Adanya kepercayaan yang hilang, namun tidak ada rasa yang hilang. Marah besar karena cinta, salahkah?
All Rights Reserved
#57
tentangrasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEPARATED BROTHER [END]
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Nothing Special
  • Shadow That Fades
  • Suami Pilihan Abi
  • ANTARA DOA DAN RASA

Tian, seorang pemuda baik hati menghabiskan nyaris seluruh hidupnya untuk mencari sosok Bian, adik kandungnya yang telah hilang 18 tahun lamanya. Berbagai cara telah Tian lakukan untuk menemukan Bian. Tapi bahkan dalam jangka waktu selama itu, dia tak kunjung menemukan satu satunya keluarga yang masih dimilikinya itu. Bahkan Tian tidak tahu apakah Bian masih hidup atau sudah- Hingga disuatu pagi ketika dia mengantarkan roti pesanan pelanggannya, dia tidak sengaja terlibat masalah dan berakhir adu cekcok dengan sosok tuan muda kaya raya, bernama Barry Arya. Tuan muda itu angkuh, sombong, dan memiliki temprament yang sangat buruk. Tian berharap tidak akan pernah dipertemukan lagi dengan sosok itu. Cukup sekali dipagi yang sial itu Tian bertemu dengannya. Tapi rupanya Tuhan memiliki rencana lain. Siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya Tian malah membiarkan tuan muda sombong itu tinggal menumpang di apartemen sederhananya? Benar-benar tak terduga! Tapi sebenarnya siapa sosok Barry? Kenapa lambat laun Tian malah merasa anak itu tidak asing baginya? ... "Mana mungkin?! Bian tidak mungkin seperti dia! Kakak tidak tahu saja semenyebalkan apa dia. Tidak mungkin Bian ku yang manis dan lucu itu tumbuh menjadi seperti dia." -Tian- "Hei Tian! Memangnya apa yang salah denganku?! Lagipula siapa yang ingin menjadi Bianmu?!" -Barry-

More details
WpActionLinkContent Guidelines