Cinta di Kosan 95

Cinta di Kosan 95

  • WpView
    LECTURAS 2,774
  • WpVote
    Votos 51
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 13, 2017
Apa arti semua ini???kenapa aku menjadi orang yang bodoh seperti ini?????Mengapa....... Dibalik kekhawatiran ku seperti ini apa aku dapat seperti anak yang lain??????????? PROLONGUE "Brakkk!",suara pintuku yang ku banting. ''Kenapa aku bisa dipecat seperti ini?'',aku bertanya-tanya pada diriku. ''Tok,tok,tok'', suara orang mengetuk pintu. ''Sepertinya ada yang mengetuk pintu?''. ''Selamat siang Rena'',ucap ibu kos. ''Iya, selamat siang bu, ada apa?, kenapa ibu ke kamar saya?'',tanyaku. ''Ibu disini mau bilang, kalau kamu belum bayar kosan 2 minggu Ren, dan jika kamu tidak membayar tagihan itu di bulan ini, maka kamu boleh pergi dari kosan saya",ujar Bu Nur(ibu kosan). "Iya, bu. Saya akan bayar bulan ini". "Kenapa hari ini aku apes baget,ya?". Rena si anak biasa yang hidup sendiri karna anak yatim piatu. "Tok,tok,tok. Rena", ujar Kak Desya(tetangga kosan). "Masuk". "Ren, apa benar kamu dipecat dari toko itu?",tanya Kak Desya. "Iya, mbak". "Lho, kamu kan selalu berangkat awal ke sana, terus kamu sering lembur, terus kamu sering bantu atasan kamu nyiapin kebutuhannya, tapi kok kamu dipecat, wahh, ini ada yang aneh, sekarang kita kesana, untuk protes", terucus Kak Desya. "Kak, tidak usah, kan aku di pecat ada gara garanya!". "Gara gara? apa gara garanya?". "Udah semingguan ini aku sering tidur waktu di lapak, dan aku tidak konsentrasi dalam bekerja". "Ketiduran? kok bisa? kan tiap hari aku bangunin kamu?". "Maafin aku ya, kak",sambil memegang tangan Kak Desya dan memohon. "Kenapa minta maaf kan kamu tidak ada salah sama aku?". "Jadi sebenarnya, akhir akhir ini bekerja di diskotik, kak". "Hah, kamu bekerja di diskotik, tidak mungkin, kamu bohong kan, ren",ujar Kak Desya. (UP setiap hari Minggu) @Aminatul Muntadziroh A.M #harus selalu di baca #jangan ga baca #nanti nyesel Coretan Kertas
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Arena Vs Andreas [TAMAT]
  • Perihal Sandwich(End)
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Pretty Careless
  • Kenapa Harus Aku [Completed]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ON SIGHT (Completed)

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido