Humor ngakak abiz!

Humor ngakak abiz!

  • WpView
    Reads 27,328
  • WpVote
    Votes 1,096
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 17, 2017
seorang Ibu guru bertanya kepada murid didiknya tentang identitas Orang tua.Joni adalah anak polos dan kalem.Dia juga pendiam tapi tidak mau kalah dalam berbicara. "agus,berapa umur ayah kamu sekarang?"Tanya Bu guru sambil menyiapkan selembar kertas dan tinta untuk mencatat jawaban Agus. "empat puluh tahun,Bu!"Jawab Agus sopan. Bu Guru beralih kearah Joni yang sedang duduk dikursi nya dengan tenang. "Joni,Umur ayah kamu sekarang berapa?"Kembali bu guru bertanya. "umur nya sama seperti saya,Bu!"Jawab Joni singkat. "lho,kok bisa?"ucap Bu guru heran. "Karena saat saya lahir,Ayah saya juga baru mrnjadi seorang ayah.Berarti,Umur AYAH saya seperti saya,Bu!"Jawab Joni sambil menekankan kata Ayah. "oh iya juga yah," #$$%!*?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surga yang Harus ku jaga
  • Dia Bukan Mommy'ku...
  • Aleum And 7
  • DIA ADALAH NAJA
  • My Teacher is My Wife Nc21+18
  • May am I ???
  • Kalau Sudah Jodoh, Mau Bagaimana Lagi?
  • Unplanned marriage

Bagiku ibu sosok yang luar biasa saja ,tak begitu istimewah.Kalaupun ibu mengerjakan apapun demi aku anaknya ya wajar saja,bukankah itu kewajiban sebagai seorang ibu? Namun kiranya Tuhan membunuh keangkuhanku selama ini sebagai seorang artis yang sedang 'naik daun' wanita yang telah melahirkan dan membesarkanku dengan sepenuh jiwa raganya itu. pagi itu... Aku temukan guru di jalanan tanpa ku sangka dan ku duga.Sosok pribadi sederhana yang begitu istimewah dimata sombongku.Seorang gadis kecil yang berumur 9 tahun yang cukup membuatku terpaku mati kata,oleh sebab kalimatnya sukses menamparku dengan keras. "Aku ingin menjadi ibu dari ibuku'.....kata kata dari bibir mungil siti,begitu kuat terngiang di kedua telinga,membuat kepalaku berat dan terus menerus memikirkannya.sorot sendu sayu matanya begitu menusuk dalam renung kalbuku,membuatku terus termangu.Siti penuh ketabahan marawat sang ibu yang menderita gangguan jiwa. mengais rejeki-nya,dengan terus setia menjaga ibu nya dengan segenap cara sederhananya.Betapa selama ini aku sangat besar kepala dengan kedunguanku.... membantah IBU... Yatuhan... jika ada kata yang melebihi kata maaf,aku akan terus ucapkan untuk IBU.... cover by.SEAN HASYIM

More details
WpActionLinkContent Guidelines