We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Records of Astreia [on hold]

Records of Astreia [on hold]

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 11, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
[on hold tapi gak tau berapa lama] Di antara berjuta-juta halaman yang kutulis di ruang arsip Astreia, kurasa yang inilah yang paling berkesan bagiku. Walaupun sepanjang peristiwa-peristiwa yang terjadi di sini aku hanya mengurung diri di ruang tulis pribadiku, tapi aku melihat, mendengar, dan merasakan itu semua dengan indra-indra tajamku. Aku juga memutuskan untuk mengubah gaya menulisku agar lebih menarik, karena apa yang tertulis di sini wajib dibaca oleh calon murid-murid Astreia di masa depan. Sudah lama aku tidak menulis sesuatu seseru ini dan pastinya aku tidak akan membocorkan isi arsip ini di bagian utama. Kalian harus membacanya sendiri, merasakannya sendiri. Ya, setelah murid beasiswa itu datang ke Astreia, banyak hal-hal menarik yang terjadi di sana. Hal-hal yang tidak pernah kau duga. Sejak kedatangan murid itu, para 'kaum rendah' mendapatkan masa kejayaan mereka, hitam dan putih akhirnya dapat bersatu, dan kehancuran abadi dikalahkan. Aku juga berkesempatan untuk bertemu dengan pribadi-pribadi yang menarik, bahkan 'saksi' dari apa yang kutulis ini adalah salah satu pribadi itu. Bayangkan, aku memberinya izin ke Bagian Terlarang hanya karena ia menarik perhatianku. Aku tidak pernah membiarkan seorang pun, termasuk kepala sekolah, para pendiri, dan raja sekalipun, untuk masuk ke sana. Apa aku sudah gila? Baiklah, daripada aku menahanmu lebih lama lagi. Aku akan menyelesaikan pesanku di sini. Pada siapapun yang sekarang memegang arsip ini, kau sudah mendapatkan izinku untuk membukanya dan membacanya. Kau sebaiknya menghargaiku karena sudah susah payah menyajikannya sedemikian rupa agar terlihat menarik di matamu! Tunggu apa lagi? Bacalah dan lihatlah sendiri peristiwa menakjubkan apa saja yang kutulis di sini. -Sang Pencatat
All Rights Reserved
#41
charlotte
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • The Savior of the Magic World "Crystal Academy" (END) [SDH PERNAH TERBIT]
  • Long A dream [END]
  • My Duchess / End
  • Prince or Princess (DALAM PROSES REVISI)
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • 💞 My Heart Is With You 💞
  • Galaxyca Academy (End) ✓
  • I Will Change My Destiny

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines