We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
REVENGE

REVENGE

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 14, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jadinya kalau seorang perempuan yang anti dengan makhluk berjenis kelamin laki-laki harus berurusan dengan makhluk itu ? Dan sebaliknya, bagaimana kalau seorang laki-laki yang anti dengan makhluk berjenis kelamin perempuan harus berurusan dengan makhluk itu ? Well, kalian bisa bayangkan kalau kedua orang ini bertemu akan seperti apa jadinya. Memang sangat susah dipercaya, tapi itulah yang terjadi kepada Audrey dan Rion. Yang satu meluapkan kebenciannya dengan cara menghindari kontak dengan makhluk berjenis kelamin laki-laki. Apapun caranya. Yang satu meluapkan kebenciannya dengan memacari sebanyak banyaknya perempuan dan menyakiti hati mereka sesakit-sakitnya. Disitulah ia mendapatkan kepuasan. Bagaimana kalau takdir memutuskan untuk menyatukan mereka ? - REVENGE - 14 Juni 2017.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • ARDILA & DINAR
  • ANGGARA & ARUNIKA
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • I Missing You (COMPLETED)
  • Kisah Ku  [ END ]
  • Dangerous Couple [End]
  • It HURTS
  • PLANET🌙

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines