SEOCULTA

SEOCULTA

  • WpView
    Lectures 17
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juil. 15, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Wife? Seriosly?" "I think it's so far from me" ISTRI adalah mimpi buruk dan tak pernah ada dalam kamus seorang "Amberly Callysta" baginya istri tak beda dengan pembantu karna harus menurut pada orang yang disebut SUAMI, harus begini dan tak boleh begitu. Namun tak berselang lama, seolah kenyataan menghianatinya ia dijodohkan kedua orangtuanya. "Oh no, it's a bad dream" Tinggi, six pack, putih, rahang yang tegas, mancung, itulah yang diperhatikan Amber dari calon suaminya namun sorot mata yang tajam itu membuat Amber gemetar karna ia mengenalnya. "Oh, God. Why? Why? He is my ex-boyfriend" "He is Gavin Arion Scott"
Tous Droits Réservés
#997
wattys
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Sailing With You [END]
  • Saistu(END)
  • LIFE OF SCARY
  • Davidson || END
  • Selalu di Hati (Sudah Terbit)
  • Mother
  • Ice Girl, I Love You!
  • Never Felt Like This Before

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu