"Aku berpuisi"

"Aku berpuisi"

  • WpView
    Lecturas 393
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, oct 6, 2019
WpInfo
Poesía
Sebuah cerita yang berpuisi. Sebuah puisi yang bercerita. Buku kedua dari "Secangkir senja untuk sore mu".
Todos los derechos reservados
#51
sore
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Puisi Cinta
  • Perempuan Pujaan Hujan
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Stain

Affan Sore Syahputra. Pemuda tampan yang berasal dari keluarga berada. Dian Hujan Buana. Perempuan cantik yang hidup dalam kesederhanaan. Senja Ranti Kusuma. Perempuan manis yang jauh dari kata sempurna. *** Sore kali ini sedang dibingungkan oleh sebuah pilihan. Bukan harta juga tahta, melainkan seorang wanita. Dalam pilihannya tersebut, ia harus memilih satu diantara dua wanita yang sangat disayanginya. Dian Hujan Buana ataukah Senja Ranti Kusuma. Hujan yang rela terjatuh hingga berkali-kali. Atau Senja yang kehadirannya indah namun hanya sesaat. Namun, seiring berjalannya waktu. Akhirnya Sore memutuskan untuk tidak memilih keduanya. Itu karena apa? Persahabatan lebih ia pilih daripada harus memilih cinta tapi mengorbankan salah satunya. *** Sore : " Kalian bertanya, siapa yang harus aku pilih? Maaf, aku tidak akan memilih kalian berdua untuk jadi pendampingku. Namun, aku pilih kalian berdua untuk jadi sahabatku." Dian : " Jika kamu datang untuk membuat kisah indah. Menetaplah. Namun, jika arti dari kedatanganmu hanya sebatas singgah. Pergilah." Senja : " Dan jika senja tidak lagi hadir seindah biasanya. Apakah kamu tetap mau berada di sampingku?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido