Bulan Purnama

Bulan Purnama

  • WpView
    Reads 341
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Sudikah engkau memberikan perasaanmu kepada seseorang yang telah mempermainkan perasaanmu?" . . . -Dimana ada Bulan, pasti ada Purnama- . Berawal dari seorang Mahasiswi bernama Bulan Kinanti berumur 18 tahun yang hidupnya dipenuhi oleh malapetaka. Walaupun keluarga yang telah karam, Bulan tetap tersenyum dan dikelilingi oleh sahabatnya yang baik nan kocak. Tak berlangsung lama, Kedatangan si Dosen baru bernama Andreas Purnama yang ganteng nan misteri telah membuat hidup Bulan menjadi kembang api. Bulan berpikir bahwa Andreas adalah stalker tingkat dewa! . . Memang, kehilangan adalah hal yang paling pahit di semesta ini. Tapi, bagaimana jika itu semua hanyalah manuskrip yang menerbitkan nestapa? . . . "Tunggu, jangan-jangan kau bermain menjadi 'korban' dalam sandiwara ketidakdewasaan ini?!" Copyright @2017-2018 © _shaaroniles_ Cover edited by me
All Rights Reserved
#1
sukabaca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Namanya Sabita [Terbit]
  • Polaris Cinta Kehidupan (Lengkap)
  • BULAN [Selesai]
  • Bulan
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • EDELWEIS [END]
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • Alfa & Luna (END)
  • AELEASHA (OG)
  • Anggara ✔

Ini tentang Sabita, pemilik senyum pura-pura. Senyumnya manis, tapi ada kesedihan yang ia coba tutupi. Pindah sekolah dari Bandung ke ibu kota menjadi awal kehidupan barunya dimulai. Satu yang ia sukai saat menatap langit malam, bulat sabit. Menurutnya melihat bulan sabit sama saja melihat orang yang ia cintai tersenyum. Sabita menganggap ayahnya sedang tersenyum padanya dan mengawasi di atas sana. Disekolah baru, Sabita tak menyangka akan begitu banyak orang yang menyayanginya, sampai ia bertemu dengan penghuni bumi menyebalkan bernama Aditya. Cowok super dingin yang selalu membuatnya kesal. tapi satu yang Sabita tau, Aditya baik. _____ "Nama?" tanya cowok itu dingin. "Maksudnya, nama aku, Kak?" "Siapa lagi, hmm?" "Sabit, Kak." "Oh, Bulan." "Bukan Bulan. Nama aku Sabita, gak pake bulan sabit." "Oh, yaudah." Sabita diam. "Gak ada niatan pindah tempat?" "Siapa?" "Yang nanya. Lo, lah." "Oh, maaf." ____ "Senyum lo manis, tapi percuma kalo itu cuma pura-pura. Orang lain mungkin ketipu, tapi gue nggak bodoh." - Aditya - "Bukan pura-pura, tapi lebih baik menyembunyikan luka, dibanding mengharap belas kasihan." - Sabita -

More details
WpActionLinkContent Guidelines