Si Pahit Lidah // Tamat

Si Pahit Lidah // Tamat

  • WpView
    LECTURAS 6,332
  • WpVote
    Votos 982
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadConcluida vie, jul 21, 2017
"Ampera punya cerito" Cerita ini Hasil remake dari Cerita Rakyat Sumatera Selatan : Si Pahit Lidah. Jadi, semoga gak ada yang marah ^~^ dan bisa diterima ^~^ *** Kemas Wijaya adalah salah satu utusan dari Penguasa Bawanapraba yang mendapat julukan Hulubalang Selatan. Sang Hyang memberi perintah kepadanya agar segera mencari pecahan kristal mustika yang terlempar di seluruh Nusantara. Wija melintasi ruang dan waktu untuk mengejar pecahan kristal yang bersembunyi di tubuh seorang perempuan yang memiliki kemampuan Si Pahit Lidah. Kenyataan jika kristal yang tertanam ternyata akan sulit ditarik paksa keluar, membuatnya harus membantu Artalita Kusuma berhati-hati dalam menggunakan kekuatannya, jika tidak kutukan akan terlempar kembali kepada pemiliknya. Hingga kenyataan menyadarkan Wija akan kisah masa lalu yang kembali menjalar di kehidupannya. Akankah Wija, Sang Hulubalang Selatan menyelesaikan tugasnya dan membawa pecahan kristal dengan selamat ke hadapan Penguasa Bawanapraba? Lalu bagaimana Lita terlepas dari pecahan kristal? Dan apa masalalu yang membayangi Hulubalang Selatan? Semua akan tertuang di cerita epik Twisted Indonesian Folktale Series : Si Pahit Lidah. *** Cover by : @ApayaWattriders Start Juni 2017
Todos los derechos reservados
#43
ceritarakyat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CILEUNCANG (END)
  • Benevolence of fate (Tamat)
  • SEMESTA
  • Pertarungan Terakhir Pangeran
  • Maetala - Ekspedisi Pedaksina
  • Alaritarium
  • Kemarau di Musi

Sebuah cerita adaptasi yang pernah dituturkan langsung oleh Juru Kunci terakhir 7 Bangsa Gaib Tatar Sunda, menguak tabir antar dimensi yang kini hanya menjadi mitos belaka. Rangga, yang hanya pemuda biasa; terjebak dalam situasi pelik antara khazanah mitologi dan keyakinan religi yang dianutnya. Niatannya yang hanya sebatas ingin melindungi kekasih hatinya, Silvi, menyeretnya dalam konflik perseteruan yang kompleks antara kubu bangsa gaib Parewangan, Bunian, Wiati, Upari, dan Kamusa, dengan kubu bangsa gaib Ipri, Bancala, Danawa, dan Ririwa. Beberapa tokoh gaib yang ada di dalamnya juga, hingga kini masih mendiami beberapa wilayah yang dianggap sakral di Jawa Barat. Kisah yang dipastikan musykil oleh generasi sekarang ini menyuguhkan konflik bertentangan yang harus dilandasi pondasi religi yang kuat agar dapat berselaras dengan nilai-nilai kearifan samar yang ada pada dimensi mitologi. Terakhir, pencerita berucap, "Selamat datang di gerbang lintas dimensi; semoga keselamatan senantiasa menaungi penjelajahan kalian! Salam Guyub Rahayu Jembar Waluya, Rumingkang di Murbeng Alam..."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido