Kaleidoskop

Kaleidoskop

  • WpView
    LETTURE 13,494
  • WpVote
    Voti 59
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, gen 4, 2014
Dirga Pratama dan Dikto Adhirama, sepasang anak kembar yang sama sekali tampak tak kembar. Justru, saling bertolak belakang. Dari situlah karakteristik mereka terlihat. Kendati demikian, wajah tampan mereka serupa. Alis tebal, hidung bangir, dan rahang tegas. Terlepas dari kerupawanan, keduanya memiliki eminensi dan cela dalam diri masing-masing. Saat ini mereka belum menemukan tujuan hidup. Namun, sejak kecil jika ada yang bertanya, "Kalau sudah besar ingin jadi apa?" Salah seorang dari mereka menjawab, berangan-angan memiliki restoran pribadi dan menjadi chefnya pula sementara yang satunya lagi mendambakan profesi arsitek. Akankah semua itu terlaksana? Atau hanya fantasi semata? Lalu, bagaimana dengan romantika mereka? Akankah berhujung klise, mencintai orang yang sama? Atau masing-masing memiliki parameter yang berbeda?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • GILANG ABRAHAM
  • Tale On Paper(END)
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Tak Sejalan
  • KEINARA (End)
  • Married By Agreement(TAMAT)
  • Kepingan Dirham

Karmila ingin menenggelamkan dirinya ke dalam Samudra Atlantik, tenggelam dan mati membeku ketika tahu kalau tetangga baru di samping unit apartemennya adalah Pradipta. Ya, Pradipta yang lima belas tahun lalu menolak cintanya mentah-mentah dan mempermalukannya ketika mereka masih berseragam putih abu-abu. Lima belas tahun, dan semuanya sudah berubah kecuali Pradipta. Lelaki itu masih tengil, kurang ajar, dan sialnya juga masih tampan, tidak berkurang sedikitpun malah semakin bertambah. Dipta menganggap dirinya bertemu dengan teman lama, sedangkan Mila tidak pernah menganggap lelaki itu sebagai teman. Dipta tidak tahu saja kelakuannya ketika menolak Mila mentah-mentah sambil mempermalukannya di depan seluruh kelas dulu menjadi trauma tersendiri untuk Mila. Mila kira bertetangga dengan Dipta sudah merupakan kutukan yang dia terima, tapi ternyata masih ada hal yang lebih mengerikan lagi selain itu. Benar-benar mengerikan karena bisa membuat Mila yang tidak punya riwayat asma jadi sesak nafas seketika.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti