Kaleidoskop

Kaleidoskop

  • WpView
    Reads 13,494
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 4, 2014
WpInfo
Non-Fiction
Dirga Pratama dan Dikto Adhirama, sepasang anak kembar yang sama sekali tampak tak kembar. Justru, saling bertolak belakang. Dari situlah karakteristik mereka terlihat. Kendati demikian, wajah tampan mereka serupa. Alis tebal, hidung bangir, dan rahang tegas. Terlepas dari kerupawanan, keduanya memiliki eminensi dan cela dalam diri masing-masing. Saat ini mereka belum menemukan tujuan hidup. Namun, sejak kecil jika ada yang bertanya, "Kalau sudah besar ingin jadi apa?" Salah seorang dari mereka menjawab, berangan-angan memiliki restoran pribadi dan menjadi chefnya pula sementara yang satunya lagi mendambakan profesi arsitek. Akankah semua itu terlaksana? Atau hanya fantasi semata? Lalu, bagaimana dengan romantika mereka? Akankah berhujung klise, mencintai orang yang sama? Atau masing-masing memiliki parameter yang berbeda?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKHTA TANPA RAJA
  • Falling into the World of Modeling
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • KEINARA (End)
  • reminisce before I go
  • DIKA & ADRA
  • VAREN: Imperfect Husband
  • Cewek Agresif VS Cowok Polos (TAMAT)
  • Falling for You - TERBIT

Di sebuah keluarga kaya, tiga bersaudara-Andi, Budi, dan Cahyo Pratama-hidup di bawah bayang-bayang kekuasaan ayah mereka. Namun, ketika sang ayah meninggal dunia, ambisi dan keserakahan mulai merusak hubungan mereka. Andi, sang sulung, merasa berhak atas segalanya dan mulai mendikte keluarganya. Budi, si anak tengah, haus kekayaan dan hidup dalam hedonisme. Sementara itu, Cahyo, sang bungsu, justru menjadi satu-satunya yang masih berpegang pada nilai-nilai ayah mereka. Konflik semakin panas hingga Cahyo memilih meninggalkan rumah bersama ibunya dan adik angkatnya, Dika. Mereka jatuh miskin dan menjadi gelandangan, tetapi Cahyo masih memiliki satu harapan-sebuah toko elektronik besar, warisan dari sang ayah, yang kini menjadi miliknya sepenuhnya. Di tengah usaha bertahan hidup, Cahyo harus menghadapi kejamnya dunia bisnis dan ambisi kakak-kakaknya yang ingin merebut kembali apa yang mereka anggap sebagai hak mereka. Sementara itu, ada tiga wanita-putri dari seorang pria licik-yang perlahan masuk ke dalam kehidupan mereka, membawa lebih banyak intrik dan kebingungan dalam permainan kekuasaan ini. Dalam perebutan takhta tanpa raja, siapa yang akan bertahan, siapa yang akan runtuh, dan siapa yang akan memahami arti sebenarnya dari keluarga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines