Kaleidoskop

Kaleidoskop

  • WpView
    Reads 13,494
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 4, 2014
Dirga Pratama dan Dikto Adhirama, sepasang anak kembar yang sama sekali tampak tak kembar. Justru, saling bertolak belakang. Dari situlah karakteristik mereka terlihat. Kendati demikian, wajah tampan mereka serupa. Alis tebal, hidung bangir, dan rahang tegas. Terlepas dari kerupawanan, keduanya memiliki eminensi dan cela dalam diri masing-masing. Saat ini mereka belum menemukan tujuan hidup. Namun, sejak kecil jika ada yang bertanya, "Kalau sudah besar ingin jadi apa?" Salah seorang dari mereka menjawab, berangan-angan memiliki restoran pribadi dan menjadi chefnya pula sementara yang satunya lagi mendambakan profesi arsitek. Akankah semua itu terlaksana? Atau hanya fantasi semata? Lalu, bagaimana dengan romantika mereka? Akankah berhujung klise, mencintai orang yang sama? Atau masing-masing memiliki parameter yang berbeda?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • About a Diandra Story
  • GILANG ABRAHAM
  • Jingga's Life
  • reminisce before I go
  • Falling for You - TERBIT
  • Tak Sejalan
  • Falling into the World of Modeling
  • DIKA & ADRA
  • troublemaker VS ketos! ✔

"Jadi guru Bahasa Inggris, ya, Di?" celetuk Udik dari tempatnya, "Dirga mau ngajarin arti kata i love you pada Rafika tuh, Pak," lanjutnya. "Bukan, Dik," balas Dirga, "gue mau jadi guru Sejarah aja, biar bisa ngajarin Rafika gimana perjuangan mendapatkan rasa cinta. Biar perjuangan gue gak sia-sia, entar ditulis dalam buku cetak, kan lumayan buat anak-anak kelas sepuluh nanti bisa belajar dari sejarah gue." Dirga tertawa puas dengan apa yang dia katakan. *** Dirgantara, murid kelas XI IPS-2 SMA Cakrawala Jakarta yang semakin terkenal karena kelakuannya yang nakal, sering membuat masalah saat di sekolah. Bahkan, hukuman dan surat panggilan pun tak pernah membuat dia jera, malahan itu bagus karena dia ingin melihat apakah salah satu dari orang tuanya datang ke sekolah atau tidak. Selama ini Dirga memang kurang perhatian dari kedua orang tuanya yang sibuk dengan kerjaan masing-masing. Apakah Dirga akan selamanya bersikap seperti itu? Bagaimana cara Dirga menyelesaikan semua masalahnya? Semuanya akan terjawab di dalam cerita ini. ________________________________________________ * FOLLOW DULU SEBELUM BACA CERITANYA. * BELUM DIREVISI SAMA SEKALI. * JANGAN LUPA VOTE, KOMENTAR, DAN SHARE KE SEMUA TEMANMU. * DITULIS ULANG KEMBALI DENGAN ALUR BERBEDA.

More details
WpActionLinkContent Guidelines