Nomadic

Nomadic

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 18, 2017
Sejak kecil, berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah lain bukanlah suatu kemauanku, tapi bisa jadi sebuah keharusan yang harus aku hadapi. Bukan karena orangtuaku juga yang menginginkannya. Kata mereka, ini soal pekerjaan. Yah, aku yang diberitahu itu saat kecil, tau apa soal pekerjaan mereka yang mengurusi tumpukan berkas-berkas di desktop. Namun mengapa semenjak itu, aku selalu saja bertemu ataupun sekadar melihat hal-hal yang tak biasanya dilihat orangtuaku dan juga teman-teman. Hal yang tak pernah kuinginkan selama hidupku justru terjadi di kehidupanku begitu saja. T-tapi.. tunggu dulu! Apakah ini sebuah kebetulan?
All Rights Reserved
#847
truestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • NONE (MAIMUNAH a.k.a MEI)
  • Dokumentasi Takdir [SELESAI]
  • CATATAN HARIANKU
  • Forbidden Love
  • Faktitius
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • Beautiful Ghost And I
  • A R S E A N A
  • Other Dimension

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines