VERLEDEN

VERLEDEN

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 18, 2017
WpInfo
Non-Fiction
(Cerita berasal dari dunia nyata) "Apa yang paling menyakitkan dalam hidup ini ayah?" tanya seorang anak perempuan berumur 14 tahun "Yang menyakitkan dalam hidup? sepertinya berharap pada manusia adalah hal yang benar-benar menyakitkan. Sebetulnya ini pertanyaan yang sulit tuk dijawab, mungkin sekarang kau tak akan terlalu paham akan itu, nanti dunia akan menjelaskan rasa pahit dan sakit dengan caranya sendiri" Ali nama ayah itu, memandang heran. Menghela nafas dan mendekatkan diri dengan anak perempuannya. "Nak.. Apapun yang terjadi saat dunia mencoba menjelaskan semua rasa itu, anak ayah gak boleh nangis, gak boleh mundur, gak boleh cengeng, anak ayah kan kuat, ya gak? cantik kaya siti nur haliza hahaha.." Goda Ali memeluk anaknya dengan erat. "Ih ko disamain sama siti nur haliza, aku kan pacarnya justien bieber" Protes anak perempuannya itu, matanya memicing melipatkan keduatangan nya didepan dada. Kemudian mereka tertawa lalu kembali bercengkrama membahas hal-hal ringan dan tak terlalu penting, seperti membicarakan kucing tetangga yang melahirkan sembilan ekor sekaligus.
All Rights Reserved
#713
harapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Angkasa dan Cerita
  • Rumah ke Rumah
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • MY LOVE STORY
  • Full Of Scratches
  • CALVINO ALEXANDER. ( Tempat Pulangg Alisha )
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • save me
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines