Story cover for RONA by naladipaa
RONA
  • WpView
    Reads 589
  • WpVote
    Votes 236
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 589
  • WpVote
    Votes 236
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jun 16, 2017
Halo, namaku Rona Pelangi hidupku sudah cukup buruk dan jujur saja tidak ada menariknya sama sekali. Bukan salahku jika aku hidup semenyedihkan ini, meskipun pada kenyataannya aku memang semenyedihkan itu.

Di saat dunia sudah berdamai dan hidupku mendekat ke arah normal, sederetan mimpi buruk datang menyerbu-bagaikan kawanan bebek yang siap menginjak semut kecil yang sedang berjalan sendirian.

Pertama-tama, aku dimusuhi Binar. Satu-satunya sahabat yang kumiliki yang faktanya merupakan cewek populer di sekolah, karena suatu kesalahpahaman yang tidak pernah kulakukan. Kenyataannya kini, mantan sobatku itu membenciku setengah mati dan memandangku jauh lebih kecil daripada semut. 

Kedua, ada yang menyabotase acara pekan olahraga karena entah mengapa tiba-tiba saja aku gagal mengikuti kompetisi yang ngomong-ngomong sudah kupersiapkan satu bulan lamanya. 

Ketiga, dari semua masalah yang kuhadapi Papaku tetap menjadi masalah terbesar yang pernah ada. Jangan hakimi aku sebagai anak durhaka, karena begini-begini aku sangat hormat dan sayang kepadanya. Namun, seperti ada  dinding tak kasat mata yang membuatku harus berada pada jarak seratus meter darinya.

Saat kukira semua orang di dunia seakan memusuhiku, saat aku hanya ditemani dengan kesendirian yang begitu menyesakkan. Bersamaan dengan gerimis di bulan November seseorang datang, mengulurkan tangannya dan menarikku dari kesendirian yang terus membelenggu.
All Rights Reserved
Sign up to add RONA to your library and receive updates
or
#52rona
Content Guidelines
You may also like
The Grey Of SAKARUNA by xhaye127
20 parts Ongoing
Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.
You may also like
Slide 1 of 9
The Grey Of SAKARUNA cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
SEGITIGA SEMBARANG [SELESAI] cover
SEMESTAKU cover
Strong Girl Michella (END)  cover
GARAYA : Pair Of Lose Colors ( SEGERA TERBIT)  cover
ASTER cover
UNLOVABLE cover
Behind After cover

The Grey Of SAKARUNA

20 parts Ongoing

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.