POINT of LOVE

POINT of LOVE

  • WpView
    Reads 14,445
  • WpVote
    Votes 998
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 18, 2018
Titik cinta di lembaran hitam bukanlah salah satu tempat untuk kita memulai dengan kepribadian yang jauh dari kata serupa. Kejutan bukan salah satu bahkan hampir semua.
All Rights Reserved
#45
alvaromaldini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • LINE OF DESTINY
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Aldi : My Cold Boyfriend
  • BAD?! It's Me!{END}
  • ELGAMA
  • ON SIGHT (Completed)
  • Weird Wedding ✓
  • JIKA BISA MEMILIH [TAMAT]
  • [END] Blind Rainbow

Dua insan yang tidak pernah akur, selalu terjadi percekcokan antara mereka berdua. Hingga tidak sadar mereka menjadi dekat, dan Alam menguak sesuatu dari Ghea yang baru dia ketahui. Gadis itu...gadis keras kepala, nakal, tapi suatu waktu dia bisa melihat sisi lain gadis itu yang lemah. Satu fakta yang baru dia ketahui, dia bahkan mengenalnya sudah lama... "Cepet buka mulut lo! " pinta Alam. "Gak," "Cepet, lo keras kepala ya?!" ujar Alam dengan menekankan ucapannya. "Iya-iya," Alam menyuapinya bubur itu ke mulut Ghea tanpa perasaan, hingga membuat Ghea tidak bisa bernafas karena tersedak. Uhukk...uhukk... Dengan cepat Alam mengambil botol minumnya dari tas karena muka Ghea sudah merah, lalu diberikan ke Ghea dan tanpa berfikir ia langsung minum. "Minum-minum," 1 menit kemudian... "Lo gila ya? Lo mau bunuh gue? Gak gini caranya!" ketus Ghea sesekali batuk. "Hehehe...sorry, kalo bunuh lo gue belum ada niatan," balas Alam santai. Happy Reading

More details
WpActionLinkContent Guidelines