Alta dan Allamanda

Alta dan Allamanda

  • WpView
    Reads 597,290
  • WpVote
    Votes 2,614
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 3, 2025
Lamanda tidak pernah menyangka pertemuannya dengan lelaki asing di halte akan mengubah hidupnya. Dalam hitungan detik, dia terseret kembali ke masa lalu yang selama ini dia kunci rapat-rapat. Lelaki itu, dengan tatapan penuh dendam dan suara yang nyaris seperti bisikan, menyebutkan nama yang membuat dunia Lamanda runtuh seketika. "Gue Davino." Tapi itu mustahil. Davino sudah meninggal bertahun-tahun lalu dalam kecelakaan tragis. Kecelakaan yang selama ini menghantuinya. Dia melihat sendiri kehancuran yang ditinggalkan kecelakaan itu. Dia menangisi kehilangan itu. Dia memikul rasa bersalah itu. Dan sekarang, di hadapannya berdiri seorang lelaki yang mengaku sebagai Davino. Atau setidaknya, apa yang tersisa dari Davino. Dengan wajah berbeda, dengan nama baru. Alta. Alta tidak datang membawa rindu atau kehangatan. Dia datang dengan luka, amarah, dan sebuah rahasia yang siap menghancurkan segalanya. Lamanda dipaksa menghadapi kenyataan yang selama ini dia tolak. Jika Davino benar-benar telah pergi ... lalu siapa sebenarnya Alta? Ketika dendam dan kehilangan bertemu dalam satu garis takdir, mungkinkah ada ruang untuk sebuah kesempatan kedua? Atau ini hanyalah awal dari luka yang belum usai? *** Bagi Lamanda, Alta adalah pembawa masalah dalam hidupnya. Dan bagi Alta, Lamanda adalah petaka. Sumber dari semua luka yang dia derita, pembawa sial yang seharusnya tidak pernah ada. Cover: Pinterest
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • The Girl Who Was Never Written
  • Halo Gus!!
  • Tsundere Maniak Susu
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • GALAKSI [HIATUS]
  • After the Fall
  • ARCHIO KENZO [ END ]
  • The Lost Cael
  • Figuran Tanpa Peran [END]

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines