Dengan Izin Allah

Dengan Izin Allah

  • WpView
    Reads 192,304
  • WpVote
    Votes 9,173
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 3, 2019
[Completed] Menjadi lebih baik tentu bukan hal yang mudah. Namun, dengan perantara-Mu, aku bisa memperbaiki diriku menjadi lebih baik. Dan tentu dengan Izin-Mu,aku bisa hidup bersama imam yang aku cintai dan dapat membangun sebuah rumah tangga yang In Sya Allah akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketabahan Hati Aisyah [Revisi]
  • Lentera Humaira ✔
  • Cahaya Cinta Dari Surga √ (Sudah terbit)
  • Teman ke Surga
  • CINTA SEPERTIGA MALAM [END]
  • Adakah Surga Untukku? [TERBIT]
  • Aatirah Abisha
  • My Life, If Your Choice?
  • Assalamualaikum Cinta
  • Kuterima Khitbahmu (TAMAT)
  • Sekedar ngasih tau ajh.!
  • Kasih Sayang Muslimah
  • Dibawah Hujan [END]
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Takdir Dari Sang Pemilik Kehidupan (END)
  • Hijrah Dari Zina [End]
  • Persimpangan Jalan (END)
  • CINTA DI SEPERTIGA MALAM
  • WEDLOCK [END]
  • Ikhtiar Cinta Bersamamu [END/SUDAH TERBIT]

Kehidupan rumah tangga memanglah tidak mudah untuk dijalani. Tetapi memiliki seorang suami yang tidak meminta kesempurnaan istri, dan hanya mengharap rida Ilahi, tentu sudah pasti patut disyukuri. Barangkali demikian yang Aisyah rasakan. Di tengah ketidaksempurnaannya, sang suami berjanji atas nama Allah akan terus membersamainya sampai surga. Namun, bukankah kebahagiaan tak selamanya menghampiri kita? Mungkin demikian juga yang Aisyah rasakan. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun yang terus bergulir membuat pertahanan Aisyah goyah. Ketika dia datang menjadi penengah di antara mereka tanpa pernah diduga, Aisyah kehilangan arah, semua langkah terasa salah, dan luka pun tidak lagi berdarah. Lalu, sebuah pertanyaan tercipta untuk nasibnya yang cukup malang. Wahai Aisyah, sang Humaira bagi suamimu, bagaimanakah keadaan hatimu? Tabahkan ia menghadapi dunia yang begitu menyiksa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines