INTIMIDER

INTIMIDER

  • WpView
    LECTURAS 911
  • WpVote
    Votos 107
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 1, 2018
"Lo harus suka sama gue!" "Hah?!" "Sukain gue!" "Lo ngigo ya? Kurang cairan jadi dehidrasi? Otak lo kebentur bola? Salah konsumsi obat? Keracunan? Atau overdosis?" "Lo pacar gue!" "Lo gila ya?!" "Waras." "Lo nggak waras! Gue nggak suka sama lo! Dan, apa tadi, 'sukain gue?!' Heh gue bukan kayak cewek-cewek fans lo yang kayak chili bubuk ya, sorry aja. Bisa mati kejang gue kalau pacaran sama lemari es kayak lo! Dan, oh satu lagi, jangan ganggu gue, anggap aja lo nggak pernah ngomong kayak tadi." "Sirene," "hah?" "Tanda bahaya." . . . Slow update yaa aku bakalan ngelanjutin cerita ini sampe beres kok....stay sama cerita aku yaa . . . ATTENTION!!! Don't copy my story Kalau misalkan ada adegan di dalam cerita ini yang sama kaya cerita kalian atau orang lain...aku minta maaf...so ini cerita ori dari otak aku sendiri tanpa ada bantuan dari otak orang lain.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tokoh Utama
  • RadenRatih
  • Strong Girl Michella (END)
  • Bersamamu
  • Instagram ~You first and last
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • ALSTARAN [END]
  • We Are One
  • G.H.E.A ✔[END]

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido