MY BELOVED BOYFRIEND

MY BELOVED BOYFRIEND

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
17+ "Sekali lagi gue bilang, mulai detik ini, jam ini, tanggal ini, abad ini, YOU'RE MINE" bentak Devan. Kiara menaikan sebelah alisnya, lalu terkekeh. "i'm not yours" Emosi Devan memburu. Tanpa basa basi ia langsung melumat bibir Kiara di depan umum. Kiara membelalakan matanya. Berusaha melepas tapi sia sia. Setelah puas melumat bibir ranum Kiara, Devan tersenyum. Sedangkan Kiara mematung di tempat. Devan berbisik kearah Kiara. "Now, you're mine Kiara, right?" Devan segera mengisyaratkan teman temannya yang masih mematung. "BRENGSEK LO DEVANKA ARITAMA!" bentak Kiara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LET IT BE  [ 'Cause She Was Tired.]
  • Sahabat Jadi Cinta [ENDING]
  • KIARA [END]
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Cinta dalam Diam
  • KIARILHAM【END】
  • 𝑷𝑬𝑵𝒀𝑬𝑺𝑨𝑳𝑨𝑵 𝑲𝑻𝑯 🔞💦
  • OBSESI TAK TERUCAP
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

[ FOLLOW SEBELUM BACA 💖 ] Cobalah untuk menyelam lebih dalam:) mungkin di awal membosankan namun akan ada sesuatu yang akan membuat kalian menikmati cerita ini. " Jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Kalau kamu gak tahu apapun. " ~~ " Aku sudah tak peduli orang lain mau membenciku. Aku tak peduli lagi gimana orang memandang aku dengan segala keburukan. " ~~ " Biarlah. Biarlah orang mau berkata apa tentangku. Aku tak akan mau lagi membuang tenaga ku untuk mereka yang tak paham. " ~~ • • • Kiara Abigail Syam. Seorang gadis 16 tahun yang tumbuh dengan lukanya. Tak ada yang pernah tahu bagaimana kondisi dirinya kecuali dirinya sendiri dan Tuhannya. Terkadang ia benci dengan dirinya sendiri yang lemah tak mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan secara baik. Ya, mentalnya tak baik-baik saja sejak kecil. Ia dihadapkan ujian yang berat untuk anak seumur 9 tahun itu waktu kecil. Melihat pertengkaran orang tuanya dengan kekerasan yang tak seharusnya diterima anak sekecil Ara. Ini bukan kisah seorang gadis yang mengejar popularitas dan eksistensi di dunia disaat anak remaja yang lain menghabiskan masa mudanya dengan indah. Yang minta ini itu ke orangtuanya. Bukan tentang seorang gadis yang selalu menjadi kebanggaan orang tua dan orang-orang disekitarnya. Bukan juga tentang belas kasihan orang lain, karena nyatanya yang ia dapatkan adalah cacian. Ia dianggap gila. Ia sudah berusaha untuk menghilangkan trauma. Namun, orang lain tak pernah melihat dan menghargainya. Biarlah. Ia sudah muak. Ia tak akan lagi mau bersusah payah menyenangkan orang lain. Ia tak peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines