Ini tentang laraku yang tak kunjung sembuh, yang mana lara ini semakin pedih. Ini juga tentang laramu yang tak kunjung membaik justru semakin memburuk. Kita adalah hujan dan panas. Aku adalah hujan dan kau adalah panas, bertemu dikala alam menghendaki. Untuk saling membasahi dan menghangatkan. Namun, jika alam tak merestui. Akankah kita tak berjumpa lagi? Apakah kita hanya akan jadi pelangi yang jumpa untuk sesaat melupakan lara yang ada? Adakah kebahagia jika kita bersama? ---- Sebuah kesalahan waktu yang mempertemukan mereka, saat mereka sama-sama membawa lara. Bukannya kian sembuh mereka, Arum dan Wira semakin menorehkan lara yang makin dalam dan menimbulkan lara yang baru. Lalu salahkah Arum yang mencari kebahagian diantara kepingan asa yang tersisa? Lalu salahkan jika Wira menginginkan cinta yang nyata yang sebenar-benarnya dari seorang wanita yang ia inginkan?
More details