When You Tell Me

When You Tell Me

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 17, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu - Kahlil Gibran ----- Itulah yang coba dipahami oleh ketiga sahabat ini - Avi, Karen, dan Yulia. Hidup dalam satu kontrakan yang sama, secara tidak langsung mereka menjadi sahabat yang saling berbagi dan saling membutuhkan. Avi Sienna Karim, dengan sikapnya tegas menjadikan ia lebih dewasa dari kedua temannya. Karenina Amman, gadis cuek yang selalu jujur dengan perasaannya. Yulia Halim, gadis oriental yang sedikit manja, menjadi pelengkap persahabatan mereka. Hanif Rashid, kapten tim sepak bola sekolah yang menjadi idola. Gilang Rashid, ketua OSIS yang egois. Maulana Rizki, fotografer majalah sekolah yang kalem. Merekalah yang kemudian turut mengisi pasang-surut persahabatan tiga gadis itu. Dan pada hakikatnya setiap hubungan akan mengalami cobaan. Sahabat tidak hanya untuk belajar saling mengerti, tetapi juga bagaimana untuk mampu kehilangan. ----- Saat kau ungkapkan semuanya padaku... Aku tahu semua tak akan sama lagi. Hari-hari kita, perasaan kita. Mungkin, seharusnya kau tak perlu mengatakannya padaku...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Upside Down
  • Lovekrim Vanilla (TAMAT)
  • DIA [COMPLETED]
  • My Heart
  • 9 Bintang
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Akhtar & Khansa
  • Your Gravity
  • Discovery Of Love (Completed)

"Gue kasih tawaran, lo terima, kita pacaran." Riki dan Ami pacaran. Itu hal yang mustahil, seperti mustahilnya air menyatu dengan minyak. Persaingan tak kasat mata antara siswa jurusan IPA dan IPS justru tak menggentarkan langkah Riki untuk tetap berada di sisi Ami. Resiko besar yang dihadapinya adalah tidak dipercaya lagi oleh teman-temannya sebagai komandan siswa IPS. Riki suka pada Ami, tapi dia ragu apakah Ami juga suka padanya? Atau menganggap ini hanya kesepakatan antara dirinya dan Ami? "Aku terima kamu." Dia menatap Ami tak percaya. "Seriusan lo?" Dia dan Riki pacaran. Ya, dia dan laki-laki itu... Tidak! Ami tidak pernah benar-benar menerima tawaran untuk jadi pacarnya. Ami suka pada laki-laki lain, bukan dia. Permusuhan siswa jurusan IPA dan IPS sudah seperti musuh bebuyutan, entah sejak kapan dimulai. Lagipula Ami ada di pihak netral. Bukan karena laki-laki yang disukainya pun ada di pihak yang sama, tapi lebih karena Ami tak suka keributan. Namun, Ami tak bisa tinggal diam saat Riki tak lagi berada di sisinya. Kebencian perlahan membakar hatinya, lebih dari yang ia bayangkan. Hingga ia tidak menyadari telah membuat laki-laki itu hilang dari sisinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines