FADED
  • WpView
    GELESEN 1,548
  • WpVote
    Stimmen 154
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Apr. 28, 2018
WpInfo
Fanfic
Justin Bieber
Amazing Cover by KARHADID Kanhora Maalven. Bisa dipanggil Kanho atau Mamal. Boleh juga dipanggil Justin Bieber, kalau sanggup. Cowok yang sewot, pencicilan, banyak komen, kayak gembel, tapi gantengnya gak ketulungan. Si faster dalam Matematika, dengan rata-rata nilai di bawah KKM. Paling benci lihat cewek yang punya karakter menilai cowok dari segi kesempurnaan. Anjani Ann Shasi. Kalau kata Kanho, Anjani itu cewek kuat. Suka geli dan risih. Gadis dengan senyum teduh dalam pintas hayatan saudari kembarnya. Sederhananya, semua orang yang melihat mereka, tahu kalau SI GEMBEL UCOK BABI dan PRINCESS AHOY UYEUYE memiliki suatu rasa yang disembunyikan.
Alle Rechte vorbehalten
#29
greget
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • My Pretty Boy✔
  • Imaginary Boyfriend
  • C E N D A N A
  • Andira [End]
  • Ice Prince
  • The Fav Couple On High School
  • Always Insecure✓
  • Eliinaa
  • DARI BALIK KELAMBU

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien