Story cover for INDECISIVE by charvialea
INDECISIVE
  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 388
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jun 19, 2017
INDECISIVE
"But, I choose you."
Copyright 2017 by Charvi Alea

💫

"Kamu tahu kenapa tangan laki-laki lebih besar daripada tangan perempuan?"

Abigail Viona hanya menggeleng. Ia punya jawaban untuk dirinya sendiri tapi tidak berminat untuk mengutarakannya. Sebab, percuma saja, jawaban yang Viona pikirkan bukan merupakan jawaban yang Devin-seniornya itu-minta.

"Sini mendekat." Devin menepuk-nepuk sela kosong di hadapannya. "Sekarang, buka telapak tanganmu."

Vio menurut.

Devin menyatukan telapak tangannya yang terbuka dengan Vio. Membolak-baliknya, "Bener lebih besar kan, nggak peduli tinggi kita hampir sama?" tanya Devin memastikan.

Vio terkekeh.

Devin mengepalkan tangannya. "Coba kamu tutup kepalan tanganku." Tidak bisa. Masih ada tangan Devin yang terlihat di antara jari-jari Vio.

"Sekarang kamu yang mengepal." Devin membungkus kepalan tangan Vio dengan tangannya. Tertutup sempurna. "Tahu kesimpulannya?"

"Kak Devin mau pamer, meskipun punya badan mini, tapi tangan besar." jawab Vio yang kemudian dihadiahi jitakan.

"Karena itu udah seharusnya. Laki-laki itu kodratnya melindungi, Vi, bukan dilindungi, apalagi menyakiti perempuan yang katanya dia sayang." Devin menghembuskan napas pendek. "Chase your dream and don't do shit for a boy like him."
All Rights Reserved
Sign up to add INDECISIVE to your library and receive updates
or
#674college
Content Guidelines
You may also like
JEVIN AERA by dvinaz
26 parts Ongoing
Salah satu impian terbesar Jevin untuk memenuhi masa mudanya adalah kuliah di kampus terbaik dunia. Saat semua orang mendukungnya, justru sang pacar melarangnya keras. Kala hubungan mereka meregang, rupanya pacar Jevin memiliki pelarian untuk memperbaiki suasana hati, yaitu Raksa, sahabat Jevin sendiri. Di sisi lain, Aera rela mengubur dalam-dalam mimpinya menjadi seniman untuk menyabet nilai dan prestasi akademis yang bagus. Semua itu Aera lakukan demi menjaga martabat Papanya di depan keluarga besar mereka yang memang sudah kaya dari lama. Ditambah, Aera ingin menunjukkan bahwa ia bisa lebih baik dibanding sepupu yang sudah menciptakan trauma sendiri dalam dirinya. Satu alasan terselubung Aera belajar dengan keras yang tidak pernah dia ceritakan ke siapapun yaitu, Aera ingin tetap di sekitar Jevin tanpa cowok itu sadari. Aera yang suka Jevin semenjak SMP itu gencar untuk belajar demi bisa masuk kelas unggulan yang ada Jevin di dalamnya. Tanpa disangka, masalah yang Jevin hadapi ternyata berkesinambungan dengan Aera. Yang awalnya Jevin hanya menganggap Aera sebagai teman masa kecil dan tak lebih dari rival akademis, perlahan pandangan itu berubah. ••• "Kadang gue bingung, padahal kita udah lama gak deket kayak waktu kecil. Tapi rasanya, semua masalah gue kunci keluarnya ada di tangan lo." "Bukan kunci keluar, tapi emang masalah kita berporos di satu titik yang sama." ••• - Slow-burn, Childhood Crush, Friends to Lover - written by : dvinaz cover by : dvinaz don't forget to vote & comment! Happy Reading!
You may also like
Slide 1 of 10
ALSTARAN [END] cover
The Gorgeous Devil cover
Sweetheart  End_ cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
It's True Love With Ketos cover
JEVIN AERA cover
DIANA IS MINE (COMPLETED)✔ cover
The Kidnapper  cover
Time Heals [TAMAT] cover
The Lost Memory cover

ALSTARAN [END]

51 parts Complete

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.