Menggapai Mimpi ( end )

Menggapai Mimpi ( end )

  • WpView
    Reads 5,051
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 24, 2017
" Kemana saja kamu jam segini baru pulang, lihat itu kakak kamu dia sudah dari tadi udah di rumah " kata sang mama dengan nada ketusnya. " Maaf ma, tadi aku pulang sekolah ada keperluan sedikit " kata seorang remaja putri dengan suara yang lirih. " Ada keperluan apa emangnya hah... Contoh tuh kakak kamu yang selalu bisa dibanggakan gak kaya kamu yang bisanya Cuma bikin orang emosi saja " " Iya tuh ma, palingan dia cuma keluyuran gak jelas sama temannya yang cupu itu " sang kakak yang dari tadi diam melihat sang mama dan adiknya itu pun akhirnya ikut menggompori sang mama. " Enggak kak aku gak keluyuran tadi aku beneran ada kepentingan kak. Ma percaya sama aku ma, aku gak bohong " ujar sang adik untuk meyakinkan sang kakak dan sang mama. " Udah diam kamu, mending kita tinggalin dia aja Nas, lama lama mama males lihat muka dia " ajak sang mama dengan sang kakak. " Ya udah ma ayuk deh, aku juga males lama lama disini kalau ada dia "
All Rights Reserved
#267
accident
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  •  a girl's secret
  • Eliinaa
  • Shorts Story
  • dimana janji tersebut
  • Agatha [ End ]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Sefrekuensi {ON GOING}

Younghoon terdiam, pelan-pelan mengelap tangannya yang lecet-lecet setelah ribut dengan anak sekolah lain ke celana bahannya sendiri. Matanya lagi-lagi mengerjap, mencoba memastikan keadaan perempuan kecil yang tengah terduduk bersandar di bawah pohon. Perempuan kecil itu tampak ketakutan melihat Younghoon. Jelas aja! Younghoon benar-benar berantakan sekarang. "Orang tua lo kemana?" tanya Younghoon, dengan pipi lebamnya yang menambah aura menakutkan dimata perempuan kecil bergaun putih ini. Hening. Terus hening sampai akhirnya perempuan kecil itu menangis sesenggukan. Younghoon sekarang bingung harus apa dan langsung menggendongnya, membawanya masuk ke dalam mobil miliknya dengan kaca belakang yang pecah karena ulah anak-anak sialan itu. Sampai di dalam mobil, anak kecil itu masih menangis. Sementara Younghoon sibuk mencari tisu basah yang memang jarang terlihat di mobilnya. "Udah, jangan nangis. Lo sama gue sekarang, artinya gue bakal habisin siapa aja yang ganggu lo. Enak kan jadi anak gue?" Sialnya, gadis kecil itu semakin menangis dengan keras. Younghoon sendiri heran kenapa dia masih sabar menghadapinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines