SLOWLY
  • WpView
    Reads 969
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 8, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Dasar wanita busuk!! " Kata kata itu yang selalu dilontarkan olehnya kepadaku. Menyakitkan? Iya sangatlah menyakitkan. Kau tau? Bagiku mengingat masa lalu itu, sama saja menggores luka baru didalam hatiku, mungkin terdengar sedikit lebay, tapi apa yang kurasakan itu adalah kenyataan. Dan... Cinta❤ Bagiku kisah rumit. Ku dengar, cinta itu menyenangkan membuat kita bahagia dan yang lainnya.. Tapi? Bagi ku lain... Karena Cinta kebahagiaanku direnggut! Karena Cinta hal apapun yang menyenangkan bagiku direnggut Karena Cinta juga semua yang hal kecil atau besar yang aku inginkan direnggut!! Benci dengan Cinta? Haah.. Iya jelas aku sangat membenci yang namanya Cinta semua nya direnggut olehnya!! Tapi, Cinta juga bisa mengubah itu semua❤
All Rights Reserved
#2
erik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • Neyralgis||On Going
  • Two Love in one STORY
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Memories in Moon
  •  ANATHA
  • Let Me Love You Longer
  • Shorts Story
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines