Stranger From The Past

Stranger From The Past

  • WpView
    Reads 12,303
  • WpVote
    Votes 407
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 27, 2012
WpInfo
Non-Fiction
Seth menatapku tajam. Ia tetap menyunggingkan senyum yang mungkin bisa membangkitkan orang mati itu. "Gwen, aku..." katanya. Wajahnya terlihat gugup, tapi ia tetap meneruskan. “Aku jatuh cinta padamu saat aku pertama kali melihatmu. Saat aku belum mengenal namamu, saat kau masih menjadi orang asing di mataku. Tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan tentangmu, bagiku saat itu, saat ini, dan seterusnya, kau adalah perempuan terbaik yang pernah kukenal.”
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RINJIN;PERJUANGANKU
  • APRIL
  • STILL IM SURE WE LOVE AGAIN
  • REMEMBER
  • #2 The Thing We Can't Explain; RinJin
  • Aku mencintaimu,namun Dia Mencintainya
  • Soundless Hubby

kisah ini bermula dengan Rinz yang memiliki perasaan kepada temannya sendiri yaitu Sutsujin, dari awal, matanya hanya fokus ke Sutsujin. Rinz berusaha sendiri tanpa bantuan siapa-siapa selagi tidak ada yang menawar padanya, ia menahan cemburu setiap kali ada yang mendekati Sutsujin, tetapi dirinya bukan lah siapa-siapa. Kebahagiaan telah datang ke Rinz, yang dimana rasa cintanya di balas oleh Arthur. Selama mereka berhubungan, tiada satupun yang berani menyentuh pasangan romantis ini. Sejak Arthur bersamanya, ia merasa menyesal dengan ucapannya yang dahulu. Akhir cerita:berkeluarga, senang dan ceria, senyuman di wajah, banyak kegembiraan menimpa mereka tanpa satupun masalah yang menimpa. Ucapan manis, saling bertukar cerita dan sentiasa menjaga perasaan masing-masing. "bertemu denganmu adalah bagian terbaik dalam hidupku, terlalu banyak hal yang harus ku jelaskan tentang betapa sempurnanya kamu, kamu memiliki hati yang baik seperti malaikat."Rinz "aku masih ingat kencan pertama kita. Caramu menatapku membuatku merasa seperti akulah satu-satunya orang di ruangan itu. Saya tidak pernah membayangkan hal itu akan membawa kita pada kehidupan luar biasa yang kita jalani sekarang."Arthur

More details
WpActionLinkContent Guidelines