Light Sleeping Prince

Light Sleeping Prince

  • WpView
    Reads 223
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
Cahaya... Mungkin sebagian besar orang akan berkata cahaya itu indah.. Namun bagi seseorang cahaya merupakan sesuatu yang tak boleh disentuh atau juga sebuah malapetaka yang dapat mengubahmu selamanya. Sebuah dongeng yang tak mungkin menjadi realita dalam kenyataan, dongeng itu ternyata ada. Seorang gadis pembenci dongeng malah terlibat masuk kedalamnya. Tak sengaja bertemu cahaya aneh berbentuk manusia dalam mimpi. Meminta tolong agar mengubahnya menjadi manusia seutuhnya. Tapi cara membantunya merupakan hal yang paling tidak mungkin dilakukan oleh seorang gadis. Apa ya syarat agar cahaya itu menjadi manusia? Dan kira kira apa gadis itu mau melakukannya?
All Rights Reserved
#730
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • Mendadak Ning (Selesai)
  • Another Life [unedited][✔]
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • The Romance Of A Secret Magic And Vampire
  • Pain of the Slayer
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • PERCAYA? [END]
  • [BL] LAZARE

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines