Ini hanyalah kesalahan kita yang terlalu memaksakan kehendak. Mengabaikan segala-galanya hanya untuk memaksakan diri supaya bahagia di dunia. Menyesal? mungkin. Kesal? mungkin juga. Apa boleh buat? Semua telah terjadi. Mau berhenti? Susah. Di kala semua orang mendapatkan dambaan hatinya masing-masing dengan kepercayaan yang sama, lain hal dengan kita. Kita beda. Mau bagaimanapun kita tetap berbeda. Apakah ini salah kita yang terlalu memaksakan seakan semuanya akan baik baik saja? Jawabannya adalah tidak samasekali. Semua adalah takdir Tuhan kita yang satu. Tapi, apakah karena cara kita yang berbeda untuk bersyukur kepada-Nya membuat kita juga tidak boleh menyatu? Apakah hidup selucu ini? No one knows.
More details