Jejak Sajak Ayah

Jejak Sajak Ayah

  • WpView
    Membaca 4,249
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 21
WpMetadataReadLengkap Kam, Agt 10, 2017
Ayah mengambil kacamata dari wadah kotak yang berbentuk semacam dompet. Lumayan tebal. Katanya itu kacamata turun-temurun dari kakek. Dengan bangga ayah memakainya dengan sempurna. Lalu tersenyum dan membuka buku catatan puisinya. Ini tulisan ayah yang ke sepuluh. Ayah memang hanyalah lulusan sekolah dasar. Ia lahir di daerah perkampungam kabupaten Tasik. Keadaan keluarganya yang miskin membuat ia tidak bisa melanjutkan sekolah. Padahal Ayah sangat pandai. Ia menyukai matematika, sejarah dan sastra. Meskipun ia tidak melanjutkan sekolah. Mimpinya tidak pernah padam. Segala macam usaha Ayah lakukan. Pengusaha? Ya. Pengusaha kecil-kecilan yang tidak menentu penghasilannya. Hasil dari perniagaan ia bagi untuk nenekku, uwaku yang hidup menjanda, dan untuk ibuku. Aku selalu antusias mendengar cerita hidup Ayah yang kaya akan petualangan. "Menulislah nak. Tidak ada batasan usia untuk menulis. Anak kecil, remaja, maupun orang yang yang telah lanjut usia. Semua boleh dan berhak. Jadilah orang yang selalu rendah hati dan jangan melakukan sesuatu hanya karena ingin dipuji." Ujar Ayah padaku. Itu pesan terakhir ayah yang sampai saat ini selalu terkenang dalam benakku. Tulisan ini bukan tentang perjalanan hidup Ayah. Melainkan merupakan sebagian antologi puisi yang Ayah tulis selama beliau masih ada. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#9
mimpidanharapan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • PAIN [Boboiboy]
  • [✔] HEY TWINS!
  • Star - Gempa (End)
  • CERPEN (END)
  • Dingin (Boboiboy Halilintar X You) | END ✓ |
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Another Dimension (The End)
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA

Aku marah bukan berarti aku benci kalian! Aku hanya kesepian. Aku kesepian kak... Tidakkah kalian melihat itu? Aku merindukan ayah yang dulu memelukku Aku, merindukan kalian yang tidak pernah bisa ku gapai *** Ini kisah [Name], si bungsu elemental yang kehilangan segalanya. Bunda, ayah dan saudaranya. Ketujuh elemen menganggap dia egois yang menyebabkan mereka kehilangan orang tua. "Ini salah bocah itu!" -Blaze "Aku benci anak itu!" -Solar "Dulu kita kehilangan bunda juga karena dia," -Taufan "Kak, jika dia tidak ada. Apa bunda dan ayah masih hidup?" -Duri "Sebenarnya, [Name] terlalu kecil untuk disalahkan. Jika ku pikir lagi [Name] tidak salah akan kematian bunda. Tapi untuk ayah, dia memang salah. Dia melihat sendiri bagaimana wajah pucat ayah, kenapa dia tetap memaksa pergi?! Dia sama sekali tidak peduli!" -Ice "Aku kehilangan dua kali karena kau bocah!" -Halilintar "Kak gem disini, adikku tidak sendirian." -Gempa ⚠⚠⚠ BoBoiBoy dan kawan-kawan hanya milik monsta. Saya cuma meminjam karakternya Cerita ini murni pemikiran saya Akan ada kemunculan tokoh imajinasi milik saya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan