Gangga
  • WpView
    Membaca 317
  • WpVote
    Vote 69
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 22, 2017
Gangga merupakan seorang gadis biasa dari suatu desa di Jawa Timur. Perjalanan hidupnya berubah setelah suatu masalah melanda ekonomi keluarganya yang menyebabkan ia harus menikah muda dengan seseorang pemuda yang dijodohkan antara Ayah Andrea dan Ayah Gangga yang dipertemukaan saat melakukan kerjasama dagang beberapa waktu silam. Waktu mudanya mulai tergangu setelah ia pindah kerumah Andrea, ketidak cocokan dirinya dan keluarganya menyebabkan ia depresi walapun ia mulai menyukai ansuman, dengan terpaksa ia meninggalkan rumah itu selama 20 Tahun lamanya, karena setianya ia tidak memiliki hubungan dengan laki-laki di kampungnya, namun berbeda dengan Andrea ia menikah kembali dengan gadis kaya raya dan dikaruniai satu orang anak bernama Fandu, namun istri Andrea mengalami kecelakan dan meninggal. Ia berencana menikah dengan Cinta dan di saat itu Gangga kembali di dalam kehidupan Andrea. Bagaimana kehidupan Gangga selanjutnya ? Apakah ia akan bergembira atau malah menjadi suatu kedukaan dalam hidupnya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#75
kesetiaan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • My Name Is Erwinda
  • senja diberanda kayu
  • CINTA MARDIANA
  • Memilih Dia
  • Singgasana
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Additional Fee
  • PRAJA: The Otority

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan