Torauma

Torauma

  • WpView
    Reads 434
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 12, 2017
Aku merasa penak dan lelah menghadapi ini semua. Sepintas kulalui sebuah pola pikir pendek muncul begitu saja dalam diriku. Aku ingin menghilang dari dunia, tak lagi mengunjungi sekolah seperti biasanya. Dari sana, aku ingin menatap para kaum pembully, bagaimana responnya jika aku telah tiada. Apa mereka merasa kehilangan karena mainannya telah lenyap, ataupun sedikit acuh dan beranggapan untuk apa memperdulikan seorang pesuruh sepertiku. Dan semenjak kematianku berlalu, beragam hal-hal aneh terjadi pada mereka. Seolah ada pihak lain yang ingin membalaskan dendam. Sehingga kehidupan para pembully selekas aku tiada menjadi jauh lebih mencekam, karena ada "Dia" yang selalu mengamati dari kejauhan, menunggu waktu yang tepat guna melancarkan aksinya.
All Rights Reserved
#130
scary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ✔ Beauty Assassin (COMPLETED)
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • Psikopat Yang Berbeda
  • The Price Of Obsession
  • The Comedian's Last Laugh
  • HALFWAY TO THE LOVE (COMPLETE)✔
  • Moncake : Murder in Dreaming (Moncake Prime Cases Batch 1)
  • Hollow Verdict
  • LITTLE GIRL

"Apa kamu masih akan tetap membunuhku?" Wanita itu bergetar di bawah tekanan pria yang telah membunuh orang tuanya. Sebelah lengan sang wanita memegang pisau yang berkilat tajam. Jantungnya berdebar cepat. Hatinya diliputi antara keinginan untuk membalas dendam dan keterterikan yang sangat kuat. Wanita itu memalingkan wajahnya. Dia tidak tahan menatap iris biru muda yang menatapnya begitu intens. Karena dia telah jatuh cinta pada seorang iblis. Pembunuh kedua orang tuanya. "Tatap aku saat aku sedang berbicara denganmu" Jari sang pria membawa dagu wanita itu ke atas. Membawa iris lembut itu kembali menatapnya. "Apa kamu tetap akan membunuhku setelah ini?" Pria itu kembali menyatukan bibir mereka. Ini kisah tentang dendam dan cinta yang berbalut dengan darah dan air mata. Tentang pengkhianatan juga harapan. Tidak semua malaikat berhati suci dan tidak semua iblis berhati busuk.

More details
WpActionLinkContent Guidelines