Pelukis Awan : (puisiku)

Pelukis Awan : (puisiku)

  • WpView
    Reads 2,770
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 16, 2023
WpInfo
Poetry
* Yuk di baca!! Katanya ada beberapa kata yang tak dapat di ucapkan. Bahkan ada beberapa kalimat yang tak diketahui maknanya. Mungkin dengan coretan ini aku dapat menyimpan kata yang tak pernah ku ucap dan kalimat yang tidak semua orang dapat mengertinya. . . Hanya sekumpulan puisi, dan coretan kata ku yang sayang untuk dibuang. . . . . . . Selamat membaca (/^▽^)/
All Rights Reserved
#75
fajar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Yang Pernah Patah
  • DAKSA [END]
  • Hujan [ PUISI ] ✔️

Disclaimer❗❗❗❗❗ [cerita ini merupakan cerita fiksi yang terinspirasi dari puisi yang saya buat sendiri. Bukan hasil plagiat dari siapapun. Karena kebetulan saya suka membuat puisi] jangan lupa vote dan komen ya teman sebagai bentuk apresiasi. ありがとうございます (Terimakasih)😇 Maaf banyak typo, pemula soalnya Harap di maklum🙂🙏 Ada beberapa kata kasar di dalamnya Bijaklah dalam membaca Ambil baiknya buang buruknya yaa 『Puisi di spil di ending🌺』 〖Tapi sebelum kesana baca dulu dari awal biar nyambung sama kisahnya pas nyampe di puisi yaa💕〗 Happy Reading Time❤ 。。。。。 Anaya Aurelia Dela, seorang remaja SMA yang hatinya sudah lama terpenjara oleh sahabatnya sendiri. Zayan Arshaka, seorang lelaki berparas tampan, cerdas, pintar, dan di kelilingi oleh harta yang bergelimang, membuatnya terlihat seperti sosok yang sempurna. Menjalin persahabatan dengan sosok seperti Zayan memang lah tidak mudah, terlebih segala perhatian yang Zayan berikan kepada Anaya telah berhasil membuat hatinya terpenjara. Namun terlalu banyak penghalang bagi Anaya untuk mengungkapkan perasaannya, terutama perbedaan kepercayaan yang sangat jauh bagaikan sebuah tembok raksasa yang berhasil menghalangi perasaannya. Lalu apakah yang akan Anaya lakukan untuk perasaannya? Akankah perasaan yang sedari dulu di pendamnya terbalaskan? 。。。。。 Dilarang keras untuk plagiat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines