Wallflower

Wallflower

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 11, 2017
Eric "Ca aku bakalan selalu kasih kabar kamu. Aku janji. Aku akan jaga perasaan ini" Nyatanya Eric tak pernah menepatinya. Ia tak pernah memberi kabar sedikitpun pada Caca. Mengapa laki-laki selalu mengumbar janji tanpa perlu menepatinya ? Ken "Ca aku nggak mau janji sama kamu,tapi kamu harus yakin kalau aku bakal kembali" Caca takut semua yang terjadi dulu akan terjadi kembali padanya. Ia takut Ken melakukan kesalahan seperti yang Eric lakukan dulu. Caca masih trauma. Apakah Caca akan mengulangi masa kelam itu ? Atau justru Ken benar-benar menepati janjinya.
All Rights Reserved
#759
rumit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Lovakarta
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • FRIENDzone (Completed)
  • 43 Bagian Cerita Vanys [END]
  • Not Perfect (COMPLETED)
  • PLUTO
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • I Want You To Know(SLOW UPDATE)

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines