Nature Rule

Nature Rule

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 23, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
Saat tak air tak bisa memuaskan dahaga. Saat tumbuhan mengering dan tak lagi mengisi perut. Saat logika dan nalar manusia di kalahkan nafsu hewani. Dan Saat Hak Asasi Sudah tak berkuasa, Kini manusia saling memangsa dan bertahan menuju akhir dunia. . Note: 3 September 2255, Perang dunia ke tiga, Amerika, Korea Utara, Dan rusia menjatuhkan bom Atom ke seluruh dunia, menyebabkan tumbuhan mengering, air terpapar radiasi, ikan mati dan seluruh hewan punah karena kelaparan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Proyek: 1915
  • ASTER 15:24 (Heesun) √
  • The World that you know
  • Tim mistikal
  • BACK TO THE PAST | Kookv
  • Menjelang Hari Ke-30 | ENHYPEN ft.TWS
  • 𝐚𝐛𝐬𝐪𝐮𝐚𝐭𝐮𝐥𝐚𝐭𝐞
  • Voyage to The Nebula
  • 3 DANDELIONS AT 3 A.M

Pada awal abad ke-20, masyarakat diguncang oleh sebuah peristiwa kelam yang tak pernah terpecahkan¬-Proyek Rahasia: 1915. Tujuh tokoh penting dalam sejarah Korea menghilang tanpa jejak, dua di antaranya ditemukan tewas dengan cara yang tak dapat dijelaskan. Di tengah bayang-bayang kolonialisme, rakyat hanya bisa membisu. Kasus ini ditutup rapat, seolah tak pernah ada. Arsip resmi lenyap, dokumen-dokumen dihancurkan, dan nama-nama para pejuang kemerdekaan menguap dari sejarah. Sebuah kebenaran dikubur paksa oleh tangan-tangan tak terlihat. Satu abad berlalu. Jepang akhirnya jatuh, menyerah tanpa syarat pada 2 September 1945 setelah kehancuran Hiroshima dan Nagasaki. Namun, bagi Korea, kebebasan yang didambakan tak datang utuh. Negeri ini terbelah, menjadi dua kutub yang saling bertolak belakang-Korea Utara di bawah pengaruh Uni Soviet, dan Korea Selatan bersama Amerika Serikat. Perang Korea (1950-1953) hanya memperdalam jurang perpecahan yang hingga kini tak tersambung kembali. Apakah sejarah telah berakhir? Tidak. Masa lalu yang tertimbun tidak selalu mati. 'Mereka' sang pembuka tabir kebenaran akhirnya datang. Apa yang selama ini tertulis dalam buku sejarah tak lebih dari sekumpulan dusta yang disepakati. Kini, saatnya kebenaran kembali bernapas. Saatnya keadilan berbicara.

More details
WpActionLinkContent Guidelines