Quotes (Poetry)

Quotes (Poetry)

  • WpView
    LECTURES 2,940
  • WpVote
    Votes 536
  • WpPart
    Chapitres 35
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., févr. 22, 2019
(Untuk kamu yang menjadi alasanku bertahan) Hanya sebuah ungkapan sederhana yang berasal dari hati, dan tertuangkan denga tulisan, dikarena lisan yang sulit mengucapkan. Jangan lupa buat kasih Bintang, hargailah Saya yang susah payah membuat dan meluangkan waktu untuk ini!! ^^
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • {END}JUST ONE DAY (ZeeNunew)
  • EXOBANGTAN [END]
  • perjalanan cinta rumit
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • MISS MY BESTFRIEND
  • a man strong, patient compassionate and tough(season 3) TAMAT
  • Yang TERLUPAKAN.
  • Hanya Saja
  • KONSEKUENSI HATI

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu