Menjadi seorang putri tidak berarti harus berada pada zona nyaman lingkungan kerajaan, meski dengan keterbatasan matanya Leona menjadi dua pribadi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi sebagai mata - mata ganda kerajaan dan di sisi lain sebagai seorang gadis buta yang rapuh, tidak berhenti sampai disitu bahkan ia harus tinggal bersama dengan keluarga yang pernah membantai seluruh kerajaannya.
Kaisar memerintahkan sang jendral untuk menangkap seorang gadis lemah. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau gadis itu memiliki suatu kelebihan. Akan tetapi, tanpa disangka, kaisar merepotkan dirinya untuk terlibat secara langsung padahal sebelumnya kaisar tidak pernah mau mengotori telapak tangannya.
***
Sebuah petaka terjadi. Leonn dituduh berkhianat.
"Kenapa?"' tanyanya.
Ia pun berusaha untuk memperbaiki namanya. Ia akan mengantar gadis itu kembali kepada kaisar. Namun, ditengah perjalanan sesuatu terjadi dan ia sudah berubah status menjadi buronan.
Leonn tidak mengerti dengan semua yang terjadi tetapi ia mulai merasa "tidak nyaman" dengan gadis itu. Rencananya untuk membawa gadis itu kembali ke kaisar pun belum bisa terlaksana. Malahan, sebuah kelompok berbahaya mengikuti mereka dan akan melakukan apapun demi mendapatkan gadis itu. Selain itu, kenangan tentang masa kecilnya pun datang untuk mengingatkannya akan seseorang yang berarti untuknya.
"Siapa kau sebenarnya?" desak Leonn pada gadis itu.
"Kenapa mereka mengejarmu? Apa yang mereka inginkan darimu?" tambahnya.
Gadis itu hanya diam tertunduk.
"Baiklah. Aku tidak akan peduli. Aku hanya perlu mengembalikanmu kepada kaisar setelah itu semua akan selesai!" keluh Leonn karena frustasi. Ia akan merasa lebih bingung, tidak bisa memahami diri, jika ia terus bersama gadis itu.
"Kau akan menyesal kalau kau membawaku kembali kepada orang itu!" jawab gadis itu lirih.