Never Forget It!

Never Forget It!

  • WpView
    LECTURAS 407
  • WpVote
    Votos 50
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 9, 2018
"Tolong maafkan kakak. Maaf karena kakak kau menjadi layaknya boneka. Maafkan kakak.." tangisnya semakin menjadi-jadi setelah melihat keadaan adiknya terbaring kaku di atas lantai. "Kakak.." tiba-tiba adiknya memanggil perempuan bersurai coklat itu dan tangannya berusaha meraih pipi halus milik kakaknya. "Mika.. Tolong jangan bergerak, kakak akan panggilkan bantuan segera." ujar kakaknya dengan menahan air mata, dia tidak ingin terlihat lemah di depan adiknya sendiri, lagi. "Tidak kak, Mika tidak apa," ujar adiknya, Mika. Terlihat sekali sedang menahan perih di sekujur tubuhnya karena teror yang terus dilancarkan para penjilat harta itu. "ini, kubawakan syal sesuai janjiku, kak. Kuharap kakak menyukainya." lanjut Mika, kakaknya semakin ketakutan. Dia berusaha memeriksa denyut nadi adiknya itu, namun nihil. Kini dihadapannya sudah bukan makhluk hidup lagi. Dia sudah meninggal. "Mika? Mika... Tolong tunggu sebentar lagi.." ujar kakaknya masih histeris dengan menggendong adiknya itu penuh kasih sayang hingga tak menghiraukan keadaan sekeliling yang sudah porak poranda akibat demo para aristokrat serakah itu. Peperangan harta memang mengerikan. Menjijikan memang. Kota yang dulu didaulat sebagai kota terdamai, kini sudah menjadi kacau balau. Kami yang hanya rakyat biasa terus menerus diteror dengan hal yang seharusnya bukan urusan kita. Politik sialan itu terus menerus mengincar kita, para rakyak kecil. Apa jadinya esok? Tidak, aku salah, tak ada lagi hari esok. Yang ada hanya ketakutan, ketakutan, dan ketakutan dimana-mana. Dunia ini, entah bagaimana nasibnya.
Todos los derechos reservados
#28
rakyat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Arsyilazka
  • Argithan √
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • If we can together
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • JAM 3 SORE
  • DAKSA [END]
  • Revolusi sains di dunia sihir
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • NOESIS [END]

Kisah kehidupan seorang gadis dari keluarga menengah yang mencintai seorang pria sejak ia masih kecil namun karna penolakan yang di dapatkannya saat ia berumur 10 tahun kala itu membuatnya mengubur harapannya untuk bisa bersama pria itu. Namun takdir berkata lain, saat SMA mereka kembali satu sekolah di mana si pria ini menjadikan gadis malang ini sebagai bahan taruhan dengan teman-temannya. 🍁 "Gila aja Lo!, gue? suka sama cewek kamseupay gitu? Gak banget!" kata Azka dengan wajah yang diangkat angkuh. "Jilat ludah sendiri tau rasa" kata Nathan sambil memainkan handphonenya. "Gue gak bakalan suka sama dia, dia bukan selera gue banget, dia itu cupu, miskin, tepos lagi. Lo tau sendirilah selera gue kayak gimana" kata Azka sambil mengambil lalu meminum minuman milik Nathan yang berada tepat di depannya. Deg "Harusnya aku gak usah berharap lebih" 🍁 "Aku udah punya pacar Kak, jadi aku harap kakak gak ganggu aku lagi" Deg "Lo ngomong apa sih La" kata Azka terkekeh sumbang. "Stop bersikap seakan-akan kakak ada rasa sama aku, aku udah punya pacar, jadi tolong berhenti ikutin aku!, kita udah putus kak" 🍁 Bagaimana kelanjutan hubungan mereka? 🍁 Cerita ini Murni Karangan aku sendiri, Jadi Plagiat menjauh yaaa :) Kamu tidak akan pernah bisa maju jika hanya menjadi seorang penguntit 😌 Bijak dalam membaca Karya kedua akuuuu :) semoga suka deh yaaa😊

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido