Bad girls

Bad girls

  • WpView
    Leituras 1,433
  • WpVote
    Votos 89
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, mai 29, 2018
Tiga orang sahabat yg menjadi bad girl karena satu alasan yg sama, hidup mereka yg dlu nya tenang menjadi amburadul karna suatu pengkhianatan yg terjadi kepada mereka. Dan tiba akhirnya akan ada yg merubah bad girls menjadi good girls.
Todos os Direitos Reservados
#272
badgirls
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ORBiT
  • Miracle
  • The Kampret Bad Girls/Boy
  • Five Bad Girls [COMPLETE]
  • SAVAGE RIOT.
  • Zona Nyaman Seorang Badboy [END]
  • Layang-Layang Kertas
  • ♥OUR LIFE♥
ORBiT

Laraina tidak pernah menyangka, kesempurnaan yang selama ini diagung-agungkan di Glorios International High School justru akan menyeretnya jatuh ke titik paling gelap dalam hidupnya. Di mata semua orang, ia adalah definisi sempurna-cerdas, berprestasi, dan tak tersentuh. Namun, di balik itu, ada sesuatu yang mulai retak. Entah kesalahan apa yang ia lakukan, atau mungkin ia hanya berada di waktu dan tempat yang salah-hingga akhirnya menarik perhatian Sakha Aldegama Pradipta. Bukan sekadar tertarik biasa, melainkan ketertarikan yang berbahaya-yang perlahan menyeretnya masuk ke dunia yang tak pernah ia pahami sebelumnya. Di tengah impiannya menjadi seorang psikolog, Laraina justru terjebak dalam permainan yang menghancurkan mentalnya sendiri. Batas antara benar dan salah mulai kabur, dan senyum yang dulu tulus kini hanya menjadi topeng. Karena pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukanlah saat ia jatuh-melainkan saat ia sadar, dia sudah terperangkap dalam sebuah Orbit bersama iblis bernama Sakha Aldegama Pradipta. Sakha menatap Laraina tanpa berkedip, senyum tipisnya terasa lebih mengancam daripada amarah. "Apa lo masih mikir bisa kabur, sayang?" Laraina mundur satu langkah, napasnya tak lagi teratur. "Aku bukan milik siapa-siapa, Sakha." Sakha tertawa pelan, lalu mendekat-terlalu dekat hingga suaranya hanya terdengar oleh Laraina. "Lo salah." Bisiknya dingin. "Gak ada cara buat lo lepas dari gue..." Laraina membeku di tempatnya. "Bahkan Tuhan pun gak bisa ambil lo dari gue."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo