Unintentional | ✔

Unintentional | ✔

  • WpView
    MGA BUMASA 1,951,190
  • WpVote
    Mga Boto 148,033
  • WpPart
    Mga Parte 39
WpMetadataReadKumpleto Mon, May 28, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Enggak lah, makanan warung tenda malah lebih enak. Gimana? Kamu mau nggak? Saya udah laper banget." Kata Dira sambil memegangi perutnya. Reno tersenyum, bangkit dari duduknya, dan mengulurkan tangan cvc arah Dira "Well, yuk. Saya juga lapar." Dan Dira menerima ajakan dari Reno, menyambut tangan hangat laki-laki tersebut. Yah, siapa yang tahu kalau Reno adalah satu kemungkinan yang mungkin terjadi dari seratus kemungkinan yang tidak mungkin terjadi di malam itu? Dan kemudian, sejak malam itu semua hal dimulai sampai ketika takdir mulai mempermainkan perasaan seorang Andira Afsheen dengan Muhamad Halim Akbareno
All Rights Reserved
#163
reno
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Black Code (Lima)
  • alenzo
  • Friendlove
  • ARENA
  • Hening Dalam Luka
  • Riuhnya Nara (Tahap Revisi)
  • Abella My Beautiful Dokmil Kowad (E-book Tersedia Di Playstrore)
  • Freedom Fighter | ✓
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Happiness [End]

~lanjutan cerita ~TEMAN LAMA ~ "Jadi mereka tetap mati walaupun aku sudah bersusah payah menyelamatkan mereka" ucap Aqilla seraya menyilangkan kakinya dan mengankat tangan kanan untuk menopang dagu "ini bisa jadi masalah besar" Aqilla menatap intens siluet pelaku yang tertangkap kamera cctv tanpa dia sadari rupanya makan malam telah siap dan Haris berteriak memanggilnya dari dapur, Aqilla langsung mematikan tv dan bergegas ke dapur bergabung bersama saudaranya untuk menyantap makan malam, Aqilla tersenyum saat melihat makanan di depannya ~ "semua teman mu sudah kakak hubungi, teman yang mana?" tanya pria berkacamata sambil menatap sinis adik perempuannya yang basah kuyup "amm..." Aqilla berusaha mencari jawaban yang tepat agar kakaknya tidak curiga, tapi sialnya otak dia tidak bekerja dengan benar yang membuatnya hanya diam, "kamu habis dari kafe kan" tuding pria yang awalnya duduk bersandar pada sofa kini menegakkan duduknya menambah kesan penuh karisma yang membuat Aqilla takut Faktanya dia memang dari kafe yang dimaksudkan oleh ke dua kakak laki-lakinya, tapi dia bukan sekedar pergi menghabiskan uang di sana, dia ikut kerja sambilan dan jam kerja yang di berikan pada anak SMP sepertinya adalah sore hari agar tidak mengganggu jam sekolah, awalnya dia tidak diizinkan bekerja karena belum cukup umur tapi karena dia terus datang dan berteman baik dengan semua pegawai serta bos kafe, Aqilla akhirnya terdaftar sebagai pelayan. ~ Dia merasa senang bisa mendapatkan keluarga baru seperti mereka, tapi semua tidak akan berlangsung lama jika rahasia Aqilla terbongkar tanpa dia sadari senyumannya telah sirna dan digantikan dengan wajah datar, Aqilla mengingatkan kepada dirinya sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga yang telah mengadopsinya agar tidak terulang kembali kejadian dimasalalu yang menimpa orang-orang baik yang mengadopsi Aqilla sebelumnya, jadi dia harus memainkan perannya lebih bagus lagi agar atasannya tidak mengajukan protes.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman