Ketika Musim Cengkeh Berbunga

Ketika Musim Cengkeh Berbunga

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 6, 2019
Kokokan ayam pagi membangunkan ku..tak terasa malam tlah lewat.. Kubuka jendela rumah berderit.karena lapuk ke Makan usia. Saat jendela kamar terbuka . hmm suasana rumah ini .. Mengingat kan perasaan yg amat dalam..ada rasa sedih menelisik hati... Lama sudah emak apa.. menempati rumah sederhana ini. Suasana kampung yang damai karena antara rumah kami jauh d atas bukit Dengan sisa penat .aku seret kaki keluar kamar...rasa malas..terasa udara pagi... Makin syahdu... Makin sulit hilangkan kantuk .tak lepas mataku menatap pohon cengkeh satu persatu yang berderet dihalaman depan rumah ..hingga ke ujung bukit... Ruang kamar yang telah bertahun tahun aku tinggalkan.. Tidak banyak berubah Semua masih tertata rapih .tak terasa sudah..3.5 tahun berlalu karena menyelesaikan study Sarjana Yang harus jauh dari kota kelahiran Mengenang tentang aku dan se isi rumah. Tentang meningglkan.kota Beberapa tahun yang kuhabiskan di kota Surabaya. Saat harus terpisah dengan orang tua. Sodara . Sahabat .kawan Dan satu nama. Yang tak pernah hilang dari pikiran dan tersimpan rapih dalam ruang khusus.di hati. 3.5 tahun sudah. Swperti hari ini saat cengkeh berbunga.. Panen Aku pulang ke rumah dan kota ku..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Langkah baru bersama mu
  • Sekali Lagi (End)
  • THE UNYIELDING  [END]
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Pretty Careless
  • Bahagia itu Sederhana
  • Setelah Hujan ( End ✔)

Angin yg berhembus lembut di pipi disertai dengan suara adzan subuh yg telah berkumandang yg membuatku terbangun dari tidurku dan langsung bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan setelah itu aku langsung memakai mukenahku dan turun menghampiri keluargaku yg sudah menungguku di musholah rumah,tangga demi tangga rumah yg kuturuni membuat semua keluargaku melihatku ,aku tersenyum sipuh sambil merasa malu yg membuatku harus berjalan sedikit cepat karena azan yg sudah selesai dikumandangkan,kami pun langsung mengerjakan sholat subuh berjamaah.setelah sholat subuh kami pun langsung menyetor ayat al- quran sedangkan bunda dan kakak iparku menyiapkan serapan untuk kami . Ayah mengajari kami tajwid demi tajwid yg ada di dalam al-quran ,sedangkan adikku yg menjengkelkan itu mengejekku dari belakang ayah yg membuat ku geram dan ingin sekali memberi pelajaran padanya ,tapi...apa boleh buat dia berada pas dibelakang ayah jika aku memberi dia pelajaran sekarang ayah pasti memarahiku ,karna kata ayah "kalo kita digangguin atau dihina orang lain anggaplah itu sebagai cobaan yg diberikan Allah Swt untuk mengecek seberapa kuat iman kita ". itu sebabnya yg membuat ku tetap bersabar jika aku digangguin oleh adikku yg menjengkelkan itu .setelah setoran ayat suci al-quran ayah pun langsung menuntun kami untuk berdoa ,disaat aku sedang berdoa tiba-tiba ada yg membisikkan ku "jangan lupa doain jodoh kakak biar bisa cepet ta'arufan ".aku langsung melihat kearah bisikan itu dan melihat adikku tepat ada di sebelah ku ,ketika aku melihatnya dia berpura pura berdoa dengan khusyuk . huffff.....sangat menjengkelkan (lekatku dalam hati)sabar....sabar....humairah.....(tambahku dalam hati)doa yg dipanjatkan oleh ayah pun selesai kami semua langsung berbaris rapi sambil menunggu untuk menyalam dan mencium tangan ayah .

More details
WpActionLinkContent Guidelines