Payung Merah Dan Hujan

Payung Merah Dan Hujan

  • WpView
    Reads 207
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 12, 2017
Navia sadar ia kini terlantar sendirian dikota, kehidupannya sulit semenjak ayah dan ibunya pergi. Ia bertahan ditengah kerasnya kehidupan kota. Menjadi pengemis, mengamen dan terjerat dengan premanisme. Semua itu ia lalui dengan sabar hingga suatu hari kehidupannya berubah, seorang pangeran datang menyelamatkannya dari mimpi buruk. Kini ia mengenang, mengenang dengan cara yang tidak menyakitkan.
All Rights Reserved
#624
masa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DISA
  • Di Pertemukan
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Tentang Nabila
  • TIGA TALI CINTA
DISA

Menjadi seorang karyawati di salah satu perusahaan accesories mobil di Jakarta bukanlah mimpi Disa. Sejak kecil, ia menginginkan dirinya memakai seragam polisi wanita dan membuat bangga kedua orang tuanya yang tinggal di sebuah kampung kecil di pedalaman Jawa tengah. Tetapi, setelah ia tidak lulus dalam tahap seleksi polisi wanita, ia meninggalkan kampungnya untuk merantau ke Ibu kota dengan keyakinan ia akan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk mendaftar polisi wanita pada tahun berikutnya. Selain itu, tujuannya ke Ibu kota juga agar lebih dekat pada kekasihnya yang sedang menjalani pendidikan untuk menjadi seorang TNI. Bagi Disa, jika ia tak bisa meraih cita-citanya, maka kekasihnya, Revan, yang harus meraihkan untuknya meski TNI dan polisi tentu bukan hal yang sama. Caca, sahabat Disa dari kecil yang juga merantau di Jakarta, sangat mengetahui hal itu. Cinta Disa kepada Revan bukan cinta yang tulus karena perasaan semata. Menurut Caca, Disa menjadi bodoh karena cinta yang ditunggangi ambisi tersebut. Disa pernah diselingkuhi oleh Revan berkali-kali tetapi ia selalu memaafkan. Caca menjadi satu-satunya orang yang mengerti alasan kenapa Disa tidak mau melepaskan Revan. Pada akhirnya, cinta yang tidak tulus berbuntut pada masalah bertubi-tubi. Disa mulai kehilangan kepercayaan dirinya sendiri. Revan selingkuh lagi, Caca pulang ke kampung halaman, dan buku catatan yang selama ini menguatkannya menjadi tidak berarti lagi. Disa sangat frustasi, kesepian, dan mulai hilang harapan. Apalagi ia juga mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak mungkin bisa meraih cita-citanya. Disa mulai membenci semua hal. Ia benci pada dirinya sendiri, ia benci pada Caca, ia benci pada keluarganya yang diam-diam menutupi kebusukan Revan. Pada saat seperti itu, munculah sosok Faris, seorang editor buku yang ia kenal beberapa bulan lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines