Monolog Ruang Hati

Monolog Ruang Hati

  • WpView
    Reads 812
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 9, 2018
WpInfo
Poetry
Ada banyak kata yang tak mampu kuucap, mengendap di sudut-sudut sana, di dalam ruang hati, tak terucap lewat kata, terus mengendap dan meluap, lewat kata-kata tanpa suara, bermonolog dengan diri sendiri, tanpa arti menanti yang memberi arti. Cinta dan rindu jadi satu, tertiup angin bagai debu, disapu hujan nan sendu, hilang musnah tak berbekas. Hanya untaian ungkapan hati yang tak mampu kuucap lewat lisan. Segalanya kucurahkan dalam sajak dan diksi yang tak seberapa, berharap mewakili rasa yang ada dalam dada. Bermonolog dalam ruang hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JINGGA
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Promise
  • Literasi Rasa
  • If we can together
JINGGA

"Jingga..." "Iya," "Kata orang hidup itu seperti kopi, kamu harus benar-benar merasakan pahitnya dulu di seruput pertama. Sedikit demi sedikit. Manis itu akan kamu temukan sendiri setelah kamu mengerti, bahwa setelah pahit akan selalu ada manis. Bukankah komposisinya dibuat dengan kopi dan gula ? Maka hidup selalu ada komposisi tangis dan tawa" *** Sebagian kisah tercipta pada dia yang kedatangannya tidak pernah kau minta. Maka, Akan ada kelak satu orang manusia yang setelah dia datang dan membuatmu jatuh hati dengan tulus, maka ketika dia pergi, kepergiannya adalah perjalanan panjang untukmu mengenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines