Monolog Ruang Hati

Monolog Ruang Hati

  • WpView
    Reads 812
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 9, 2018
WpInfo
Poetry
Ada banyak kata yang tak mampu kuucap, mengendap di sudut-sudut sana, di dalam ruang hati, tak terucap lewat kata, terus mengendap dan meluap, lewat kata-kata tanpa suara, bermonolog dengan diri sendiri, tanpa arti menanti yang memberi arti. Cinta dan rindu jadi satu, tertiup angin bagai debu, disapu hujan nan sendu, hilang musnah tak berbekas. Hanya untaian ungkapan hati yang tak mampu kuucap lewat lisan. Segalanya kucurahkan dalam sajak dan diksi yang tak seberapa, berharap mewakili rasa yang ada dalam dada. Bermonolog dalam ruang hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If we can together
  • You're Here, But Not For Me
  • JINGGA
  • Dibalik Diam.
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Narasi patah hati
  • Happy Birthday Baekhyun
  • MY HOPE IS YOU (END)

ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines