Every Sunrise.

Every Sunrise.

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2020
Bagaimana akhir dari kisah toxic relationship? Happy ending atau sad ending? Sabrina, berharap bahwa Bagas adalah laki-laki yang berbeda dengan mantan kekasihnya dulu. Berharap bahwa Bagas lebih baik, berharap bahwa hubungannya akan baik-baik saja. Berharap bahwa ia tepat menaruhkan sekeping hatinya untuk Bagas. Nyatanya? Bagas memakai topeng, semuanya menjadi gelap bagi Sabrina. Pedih, rapuh, kacau..
All Rights Reserved
#444
toxicrelationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KANARA [COMPLETED]
  • Soft After Storm
  • Galen [TAHAP REVISI]
  • Dilema [COMPLETED]
  • TOXIC Relationship
  • Tender Relationship-End
  • Cinta Selamanya [E N D]
  • Ekspektasi Tak Semanis Realita
  • RAVASYA [END]
  • BELUM USAI | NA JAEMIN [ENDING] ✓

[Belum revisi] "Pernah gak sih suka sama temen sendiri?" _____ "Pada akhirnya, benar kata orang- laki-laki dan perempuan tidak mungkin menjalin persahabatan, pasti salah satu diantaranya ada yang menyimpan rasa lebih" Dan...terbukti. Kanara telah membuat kesalahan dengan menaruh rasa kepada sahabatnya sendiri- Reynald. Tanpa ingin mengakhiri perasaan yang sudah delapan tahun tumbuh diam-diam dalam hatinya, gadis penyuka kopi dan senja itu memilih menetap meskipun membuat sakit. Tapi bagi Reynald, Kanara hanya teman- atau lebih tepatnya, saudara. "Rey, lo cuman nganggep gue temen biasa?" "Engga, lo naik pangkat jadi saudara gue." Sementara Reynald justru terpesona pada Kanaya- sepupu Kanara yang memesona di mata semua orang. Reynald terus mengejar cinta yang salah. "Ra, gue suka Kanaya. Jadi, bantuin ya? Naya kan sepupu lo, tanya tipe cowok nya kaya apa." Segala luka yang ditahan mulai terasa nyata. Persahabatan mereka yang telah terjalin delapan tahun kini berada di ujung tali. "Kita bertiga udah sahabatan lebih dari delapan tahun. Gue gak mau persahabatan itu hancur hanya karena satu di antara kita naruh rasa lebih sebagai sahabat. Jadi jangan ya? Gue gak mau persahabatan ini berakhir sia-sia." Menyimpan perasaan atau mengungkapkannya? Keduanya sama-sama menyakitkan. Tapi Kanara harus memilih Akankah Kanara tetap menyimpan perasaannya dalam diam? Atau memilih mengungkapkan dan mengorbankan persahabatan mereka yang sudah delapan tahun ada? ___ Sudah siap menjelajah ruang friendzone? Tempat di mana cinta diam-diam bisa membunuh pelan-pelan? Disclaimer: - 100% fiksi - This story is my creation - No plagiarisme - Happy reading!! start : 01- 01 -2022 fin: 06- 07 -2022 a teenfiction by fanesaca

More details
WpActionLinkContent Guidelines