Cinta Tak Bertuan

Cinta Tak Bertuan

  • WpView
    Reads 1,729
  • WpVote
    Votes 149
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 20, 2018
Perihal kamu yang ku kenang keabaadianya. Pada setiap sajak yang terukir dalam pena. Ketika cinta tak bertuan. Perjalanan rasaku hening. Dari pertemuan yang menyatukan kita. Sampai akhirnya kamu tidak lagi terjaga olehku. Berlalu dan usai. Hilang, kembali, dan berlayar. Nyatanya Bintang hadir sesaat, tidak benar-benar menetap. Namun meski begitu, kamu tetap pemilik Cinta tak bertuan ini. Ini sekadar aksara Akanmu dimasa silam dan mendatang #dyanti98 @kekasihimaji _Cinta tak bertuan Semoga kalian suka setiap puisi yang aku bikin ini guyss,,,,, vote dan comments ya thanks ^^
All Rights Reserved
#548
romace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • AFORISME

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines