[Cerpan #1] Insane

[Cerpan #1] Insane

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 8, 2017
[Cerita Panjang (Cerpan) #1] My first book! Seorang siswi berjalan sembari termenung, melewati selorong demi lorong kelas XI. Ia sedang terhanyut dalam lamunan yang menyakitkan itu. Hingga... Satu persatu dari mereka terbunuh dengan keji ditangan siswi itu. Hal sepele seperti sakit hati yang membuat siswi itu kehilangan akal serta nuraninya. Dan suatu saat ia datang dengan identitas barunya. Perhatian -Maaf jika ada kata-kata tak pantas, kasar, dan tidak mengenakan. Karena saya masih penduduk baru alias pemula atau newbie -Maaf jika ngawur ceritanya ↖(^▽^)↗ -Mohon jangan dijiplak cerita saya ya ~^O^~ Selamat membaca ●﹏●
All Rights Reserved
#14
lisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BERANDAL KEPINCUT UKHTI
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • Revenge To The Death
  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||
  • SCARY BEAUTY [END✔️]
  • Merah : Kursi Belakang [Tamat]
  • My Psychopath Brother
  • Because of a bracelet..
  • My Devil Bodyguard (END) SUDAH TERBIT
  • Allena

Keelan El-Ghazali, manusia yang tidak suka diatur bahkan oleh Tuhan yang menciptakannya ada. Gila wanita, tawuran, mabuk-mabukan, balapan liar itulah dunianya. Berandal sekolah swasta elite yang sangat ditakuti, dialah penguasa seantero sekolah ini. Hingga siswi baru alumni pesantren nekat masuk di sekolah elite tempat Keelan. Begitu berani mengkritik dan menantangnya. Berbeda dengan cewek yang selalu menatap kagum akan tatapannya. Tapi siswi baru itu malah tidak mau disentuh, bahkan tidak pernah mau menatapnya karena menurutnya pandangan mata terhadap lawan jenis bisa mengundang keburukan. Cukup tiga detik Keelan menatap pemilik dua bola mata yang teduh itu . Perlahan-lahan menjinakkan hatinya yang tidak pernah mengenal bahasa kasih. Bisa nggak Lo natap gue lebih lama? Jangan secepat kilat nunduk! Kamu sadar nggak? Kedua bola matamu cukup membuat berandal yang gelisah seperti diriku setenang orang sembahyang. - Keelan El-Ghazali -

More details
WpActionLinkContent Guidelines